Kinerja Wapres Ma’ruf Amin Disorot, Direktur IPR: Coba Publikasikan Apa Presitasinya
logo

31 Agustus 2021

Kinerja Wapres Ma’ruf Amin Disorot, Direktur IPR: Coba Publikasikan Apa Presitasinya

Kinerja Wapres Ma’ruf Amin Disorot, Direktur IPR: Coba Publikasikan Apa Presitasinya


GELORA.CO - Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin blak-blakan membeber suara publik terkait kinerja Wakil Presiden Ma’ruf Amin.

Sebab, publik menginginkan kinerja pejabat publik dapat diukur dan dipertanggungjawabkan.

Pada saat yang sama, publik juga punya ukuran sendiri terhadap kinerja pejabat publik. Termasuk dalam hal ini, pertanyaan publik tentang kinerja Wakil Presiden Ma’ruf Amin.

“Wajar jika masyarakat maupun netizen bertanya tentang kinerja pemimpinnya sendiri. Karena rakyat punya ukuran atau parameter sendiri dalam menilai kinerja wapres-nya,” jelas Ujang Komarudin kepada GenPI.co, Sabtu (28/8).

Menurut Ujang Komarudin, jika memang kinerja Wakil Presiden Maruf Amin memuaskan, rakyat akan memberi apresiasi.

Namun, jika yang terjadi sebaliknya, maka akan terus menjadi pertanyaan.

“Pertanyaan publik mesti dijawab dengan kinerja yang mengesankan. Bukan dengan pembelaan dengan cara mencari argumentasi pembenaran seolah-olah sudah bekerja, padahal kerjanya tidak kelihatan dan nggak ada dampaknya bagi masyarakat,” beber Ujang Komarudin.

Ujang Komarudin menilai, jika memang Wapres Ma’ruf Amin memiliki banyak prestasi, maka publik berhak mengetahui.

“Silahkan publikasi agar rakyat bisa menilai dan tidak lagi bertanya-tanya tentang kinerjanya,” ujar Ujang Komarudin.

Sebelumnya, hasil survei Indikator Politik Indonesia menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Wakil Presiden Ma’ruf Amin jeblok, berada diangka 43,3 persen, atau di bawah 50 persen.

“Untuk wakil presiden ini (tingkat) kepuasannya sudah di bawah 50 persen. Ada pola di mana ketidakpuasan terhadap wakil presiden lebih tinggi dibanding kepuasan kepada Presiden Jokowi,” jelas Direktur Eksekutif Indikator Politik Burhanuddin Muhtadi dalam konferensi pers, Rabu (25/8).[fajar]