Jokowi Ucapkan Selamat ke PM Malaysia Pakai Bahasa Inggris, Fadli Zon Berikan Sindiran Keras

Jokowi Ucapkan Selamat ke PM Malaysia Pakai Bahasa Inggris, Fadli Zon Berikan Sindiran Keras

Gelora News
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO - Ismail Sabri Yaakob, selaku Wakil Ketua Partai UMNO Malaysia, telah resmi dilantik sebagai perdana menteri kesembilan Malaysia pada Sabtu (21/8/2021).

Pelantikan tersebut dilakukan pada pukul 14.29 waktu setempat, di hadapan Raja Malaysia Yang di-Pertuan Agong Sultan Abdullah Sultan Ahmad Shah

Mengenai hal itu, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengucapkan selamat kepada Ismail Sabri Yakob.

Jokowi menggungkapkannya dengan menggunakan bahasa Inggris melalui cuitan akun Twitter-nya @jokowi pada Sabtu (21/8/2021).

Selain ucapan selamat dalam bahasa Inggris, Jokowi juga berharap agar hubungan bilateral Indonesia dan Malaysia terus berjalan dengan baik.

"Selamat Yang Mulia Ismail Sabri Yaakob @IsmailSabri60 atas pengangkatan anda sebagai Perdana Menteri Malaysia ke-9. Siap kembali bekerja bersama, untuk memperkuat hubungan bilateral Indonesia-Malaysia," ucap Jokowi, dikutip poskota.co.id dari akun Twitter @jokowi.

Sontak saja cuitan Jokowi di Twitter langsung dikritik pedas oleh anggota DPR RI, Fadli Zon melalui akun @fadlizon.

Hal yang disoroti oleh Fadli Zon adalah bahasa yang digunakan Jokowi, yakni bahasa Inggris. Menurut Fadli Zon, alangkah lebih baiknya apabila Jokowi mengucapkan selamat dengan menggunakan bahasa Indonesia.

Menurut Fadli, Malaysia merupakan negara tetangga Indonesia, juga memiliki bahasa serumpun.

"Bagusnya P @jokowi ucapkan selamat dlm bahasa Indonesia krn negara tetangga kita Malaysia bahasanya serumpun.," kata Fadli Zon menjelaskan.

Dengan demikian, Fadli Zon menyebut jika PM Malaysia Ismail Sabri Yaakob juga akan memahami ucapan selamat yang disampaikan Jokowi dalam bahasa Indonesia.

"P @IsmailSabri60 pun paham bahasa Indonesia.," ucap Fadli, dikutip dari akun Twitter @fadlizon pada Minggu, (22/8/2021)

Untuk diketahui, Ismail Sabri Yaakob resmi menduduki kursi Perdana Menteri Malaysia, usai sebelumnya Muhyiddin Yassin resmi mundur dari jabatannya, Senin (16/8/2021).

Muhyiddin Yassin memutuskan mundur, usai 17 bulan berkuasa dengan penuh gejolak ketika Malaysia harus dihadapi dengan lonjakan Covid-19 dan pelemahan ekonomi.

Muhyiddin Yassin juga dituding berkhianat karena ia dinilai memutuskan pencabutan status darurat Covid-19 secara sepihak tanpa sepengetahuan Raja Malaysia, hal itu lah yang membuat posisi Muhyiddin Yassin semakin tidak aman. (poskota)
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita