Viral Video Anggota DPRD NTB Najamudin vs Polisi di Penyekatan PPKM Darurat, Salahkan Presiden
logo

16 Juli 2021

Viral Video Anggota DPRD NTB Najamudin vs Polisi di Penyekatan PPKM Darurat, Salahkan Presiden

Viral Video Anggota DPRD NTB Najamudin vs Polisi di Penyekatan PPKM Darurat, Salahkan Presiden


GELORA.CO - Anggota DPRD NTB Najamuddin viral di media sosial karena melawan polisi di pos penyekatan PPKM Darurat di perbatasan Mataram dan Lombok Barat.

Dalam video itu, Najamuddin terlibat perdebatan dengan anggota kepolisian yang menghentikannya.

Itu terjadi lantaran Najamuddin dan sopir pribadinya tak tak memiliki kartu vaksin Covid-19.

Salah satunya diunggah akun Instagram @cetul.22, Jumat (16/7/2021), sebagaimana dikutip PojokSatu.id.

Najamuddin menilai pemerintah telah salah dengan menerapkan kebijakan terkait penanganan Covid-19.

Ia menyebut bahwa negara belum siap memberikan vaksin kepada seluruh rakyat Indonesia.

“Jadi negara ini baru beri vaksin 80 juta. Sementara yang harus divaksin itu 270 juta,” kata dia.

Petugas polisi pun berusaha memberikan pengertian. Tapi Najamuddin tetap bersikukuh.

“Bapak bisa baik-baik kami pun bisa baik-baik, bapak,” ucap petugas polisi.

Namun hal itu dijawab Najamuddin dengan nada yang meninggi.

“Saya baik-baik!” ucapnya.

“Jangan bapak teriak-teriak,” kata polisi.

“Tidak teriak, jangan bilang teriak, kita nggak teriak, kamu yang teriak,” jawab Najamuddin.

“Kamu negara yang menyatakan. Kalau kamu menyatakan vaksin, itu Anda bodoh yah,” ujarnya sambil berkacak pinggang.
Salakan Presiden Jokowi

Nada suara Najamuddin pun semakin meninggi.

“Yang divaksin 270 juta, negara ini nggak siap. Jangan main-main dengan saya,” hardik Najamuddin dengan suara yang terus meninggi.

“Jadi, jangan begitu caranya, Anda menjalankan tugas yang Anda tidak tahu,” sambungnya.

Najamuddin juga menilai kebijakan dengan memutarbalik warga adalah kebijakan yang salah.

“Yang Anda lakukan suruh orang-orang balik itu kebijakan salah,” kata dia.

“Karena negara belum siap vaksin 27 juta,” pekik Najamudin sembari mengangkat tangannya ke atas.

“Salah kebijakan ini, salah! Saya anggota DPR,” teriaknya.

Najamuddin lantas menyinggung nama Presiden.

“Kalau dia membuat aturan dia Presiden itu harus dia sudah vaksin orang 27 juta,” teriaknya.

“Regulasinya salah negara ini,” tegasnya.

“Stop melakukan cara-cara seperti ini, Anda bubar saja,” pekiknya lagi. [pojoksatu]