Singapura Anggap Covid-19 Seperti Flu Biasa, Respons Luhut untuk RI
logo

7 Juli 2021

Singapura Anggap Covid-19 Seperti Flu Biasa, Respons Luhut untuk RI

Singapura Anggap Covid-19 Seperti Flu Biasa, Respons Luhut untuk RI


GELORA.CO - Banyak masyarakat yang ingin seperti negara Singapura dimana menganggap Covid-19 seperti halnya penyakit flu biasa. Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan merespons hal itu dan menjawab banyak faktor yang tidak dapat disandingkan.

Menurutnya, dari segi geografis, sosial dan budaya, hingga jumlah penduduk sudah jelas berbeda. Sebab, untuk mengurus penduduk Indonesia yang jumlahnya berkali-kali lipat dibandingkan penduduk Singapura pastinya jauh lebih sulit. Apalagi, Indonesia merupakan negara kepulauan yang terdiri dari ribuan pulau tidak seperti negara Singapura.

“Gini ngurus 5-6 juta orang dengan ngurus 270 juta orang, ngurus 1 pulau dengan ngurus 17ribu pulau. Ya ngga sama lah beda. Ngga adil juga,” ujarnya dalam Podcast Deddy Corbuzier dikutip Rabu (7/7).

Kemudian, lanjutnya, dari segi kedisiplinan pun sangat berbeda. Masyarakat Singapura menerapkan kedisiplinan yang sangat kuat dan ketat. Berbeda dengan masyarakat Indonesia yang kebanyakan sulit diatur. “Kita ke Singapur buang sampah aja ngga ada. Coba kalau disini,” ucapnya.

Meskipun demikian, kata Luhut kita juga perlu mencontoh dari Singapura untuk skala yang lebih kecil. Seperti pendidikan negara tersebut yang sangat bagus.

“Tapi kita juga banyak belajar dari Singapur. Kenapa mereka bisa begitu Dalam skala yang lebih kecil. Pendidikannya bagus apanya bagus. Dulu zaman orde baru juga sebenarnya kita bisa cuma kelamaan aja mungkin orde barunya itu,” ungkapnya.

Luhut berharap kepada para pemimpin untuk memberikan contoh yang baik kepada generasi muda. Sebab, generasi muda merupakan penerus bangsa yang dapat menentukan dan merubah masa depan Indonesia ke arah yang lebih baik.

“Kita kaum intelektual di level pemimpin itu harus kasih contoh. Contoh pada anak muda kita. Jangan kita kasih contoh yg ga bagus. Ini kan banyak pemimpin kita ini kasih contoh yg ngga bagus buat anak muda kita. Kita semua harus beri contoh yg baik. Ngomong hari ini A besok B,” pungkasnya.[jpc]