Sehari 1.040 Pasien Covid-19 Indonesia Meninggal, dr Andi Khomeini Takdir: Mengkhawatirkan!
logo

8 Juli 2021

Sehari 1.040 Pasien Covid-19 Indonesia Meninggal, dr Andi Khomeini Takdir: Mengkhawatirkan!

Sehari 1.040 Pasien Covid-19 Indonesia Meninggal, dr Andi Khomeini Takdir: Mengkhawatirkan!


GELORA.CO - Virus Covid-19 semakin ganas. Sebanyak 1.040 pasien Covid-19 Indonesia meninggal dunia pada Rabu (7/7) kemarin.

Selain itu, kasus Covid-19 Indonesia mencetak rekor baru dengan penambahan 34.379 kasus dalam sehari.

Penambahan kasus baru ini menjadi yang tertinggi di dunia pada Rabu (7/7) pukul 12.00 WIB.

Dengan adanya penambahan angka ini, total kasus Covid-19 Indonesia telah mencapai 2,3 juta kasus.

Dari jumlah itu, sebanyak 1.973.388 dinyatakan sembuh dan 62.908 pasien meninggal dunia.

Dokter spesialis penyakit dalam dr Andi Khomeini Takdir SpPD mengatakan, angka ini mengkhawatirkan.

“34 ribu pasien baru? 1000 kasus kematian kasus Covid. Ini dua angka yang memang mengkhawatirkan,” kata dr Andi Takdir Khomeini, dikutip Pojoksatu.id dari akun Twitter miliknya, @dr_koko28, Kamis (8/7).

Penggagas platform Vaksin untuk Kita (VUK) ini mengkhawatirkan kekurangan tabung oksigen yang berpotensi memicu penambahan angka kematian di tanah air.

“Oksigennya mulai dicukup-cukupin. Dihemat-hematin. Agar standar minimum terjaga, tapi bisa bertahan beberapa lama lagi,” katanya.

“Pasien mau dipulangin 1, yang ngantri 5. Yang di IGD mau naik 5. Mau dipulangin 10, ngantri di rumah pun 5x lipatnya. Udah pake jurus total football + Kaio Ken,” tandasnya.
Covid-19 Indonesia Nomor 1 di Dunia

Dokter spesialis penyakit dalam, dr RA Adaninggar SpPD sedih penambahan kasus Covid-19 Indonesia nomor 1 di dunia pada Rabu (7/7).

“Ya Allah Indonesia akhirnya benar-benar no 1 di dunia penambahan kasusnya,” kata dr RA Adaninggar, dikutip Pojoksatu.id dari akun Instagram miliknya, @drningz.

Ia membagikan tangkapan layar berita berjudul “Hari Ini RI Pimpin Penambahan Kasus Covid-19 di Dunia”.

“Mungkin ini yang dikatakan apa yang kita tabur itu yang kita tuai. Saya gak mau menyalahkan siapa-siapa tapi kenyataannya apa yang terjadi adalah buah dari apa yang tentunya sudah kita lakukan 1 tahun terakhir,” katanya.

“Sekarang tiap hari ada berita orang terdekat terinfeksi, permintaan terapi plasma bertubi-tubi, berita duka menghiasi media sosial circle terdekat, RS penuh, tiap hari jumlah penambahan kasus dan kematian pecah rekor,” tambah dr RA Adaninggar.[psid]