Ramai Pemkot Solo Minta 400 Tabung Oksigen Untuk Proyek GOR Jadi Sorotan
logo

10 Juli 2021

Ramai Pemkot Solo Minta 400 Tabung Oksigen Untuk Proyek GOR Jadi Sorotan

Ramai Pemkot Solo Minta 400 Tabung Oksigen Untuk Proyek GOR Jadi Sorotan


GELORA.CO - Permintaan 400 tabung gas oleh Pemkot Solo untuk merampungkan proyek GOR Manahan di masa pandemi COVID-19 menuai sorotan. 

Terlebih oksigen medis kini menjadi kebutuhan utama bagi para pasien virus Corona untuk alat bantu pernapasan.

Permintaan itu tertuang dalam surat nomor 978.5/2131 perihal Permohonan Bantuan Alokasi Gas Oksigen yang ditujukan kepada PT Samator Gas Industri. Surat ini ditandatangani Sekretaris Daerah Solo Ahyani tertanggal 5 Juli 2021.

Dalam surat dengan tembusan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka itu, Pemkot Solo mengajukan alokasi oksigen untuk kebutuhan penyelesaian proyek GOR Manahan.

Kebutuhan gas oksigen untuk penyelesaian proyek hingga tanggal 26 Juli diperkirakan mencapai 400 tabung. Dengan perkiraan dalam sehari kebutuhan tabung oksigen mencapai 10-20 tabung oksigen.

Oksigen itu diperlukan untuk pengerjaan rangka atap dan atap membrane/pabrikasi/pengerjaan konstruksi atap pipa baja. Untuk pemotongan, diperlukan oksigen untuk pengerjaannya.

"Itu oksigennya kan untuk industri beda oksigen untuk napas, bedalah, tidak masalah. Sama seperti oksigen untuk ikan, beda," ujar Ahyani saat dimintai konfirmasi soal pengajuan surat tersebut di Balai Kota Solo, Selasa (6/7/2021).

Ahyani menyebut kebutuhan oksigen untuk industri juga perlu difasilitasi. "Kalau tidak mengganggu, kan kebutuhan industri harus difasilitasi," terang dia.

Ganjar Minta Pembangunan Ditunda Demi Kesehatan
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo juga angkat bicara soal permintaan kebutuhan oksigen untuk penyelesaian proyek GOR Manahan Solo ini. Ganjar menyebut permintaan oksigen untuk kebutuhan industri di masa pandemi ini bisa ditunda demi mengutamakan kepentingan kesehatan.

"Kayak yang buat atap (GOR Manahan) itu ya, itu kan industri, bisa ditunda dulu kalau kesehatan membutuhkan," terang Ganjar di kantornya, beberapa waktu lalu.

"Di tengah pandemi ini yang namanya proses konstruksi pembangunan tidak boleh berhenti, ya kemarin kita mengajukan itu ya kalau tidak disetujui ya nggak apa-apa," ujar Gibran kepada wartawan ditemui di Balai Kota Solo, Rabu (7/7).

Namun dengan adanya imbauan dari Ganjar Pranowo agar alokasi oksigen dialihkan ke kebutuhan medis, Gibran pun akan mengikuti arahan tersebut. "Untuk pembangunan, kita ikuti instruksi Pak Gubernur saja. Nanti kita untuk masalah kesehatan," ucapnya.

Tanggapan PT Samator Gas Industri
Terpisah, Area Manager PT Samator Gas Industri Surakarta, Rinaldhy Wuryanto mengaku belum menerima surat permohonan bantuan 400 tabung oksigen untuk proyek GOR Manahan dari Pemkot Solo.

"Belum ada laporan sama sekali, kalau ada surat masuk pasti saya diinformasi. Saya belum dapat informasi (permintaan) 400 botol (tabung) itu seperti apa teknisnya, terus PO (purchase order) juga belum ada," kata Rinaldhy Wuryanto saat dihubungi Rabu (7/7).

Meski begitu, Rinaldhy menyebut pihaknya masih fokus untuk memenuhi permintaan kebutuhan oksigen untuk medis. Dia pun tak mempersoalkan adanya permintaan oksigen industri dari Pemkos Solo tersebut.

"Saat ini kita lagi fokus untuk medis, medis saja kita masih kurang. Tapi kalau ada permintaan khusus dari Pemkot (Solo), ya ndak apa-apa, ada (surat) tertulis malah lebih bagus nanti saya sampaikan ke pusat," ungkapnya.

Keputusan dikabulkan atau tidaknya permintaan Pemkot Solo itu, kata dia, menjadi wewenang pusat. Sebab, hal ini terkait dengan banyaknya permintaan tabung oksigen untuk keperluan proyek GOR Manahan Solo itu.

"Artinya saya boleh memproduksi (oksigen untuk) industri tidak, itu keputusan nanti di pusat. Karena ini jumlahnya besar, kalau jumlahnya cuma satu, dua atau 10 mungkin saya bisa selipkan. Ini 400 botol (tabung) berarti kan cukup besar juga," terang Rinaldhy.(detik)