NasDem: Kata Maaf Langka bagi Pejabat Publik, Luhut Jadi Teladan
logo

18 Juli 2021

NasDem: Kata Maaf Langka bagi Pejabat Publik, Luhut Jadi Teladan

NasDem: Kata Maaf Langka bagi Pejabat Publik, Luhut Jadi Teladan


GELORA.CO - Menko Kemaritiman dan Investasi (Marves), Luhut Binsar Pandjaitan, meminta maaf lantaran PPKM Darurat belum optimal dan berjanji akan bekerja keras. NasDem pun mengapresiasi permintaan maaf Luhut itu.

Waketum NasDem, Ahmad Ali, mengatakan kata 'maaf' selama ini menjadi sesuatu yang langka diucapkan pejabat publik. Karena itu, menurutnya, apa yang dilakukan Luhut patut menjadi teladan.

"Kata maaf itu selama ini kan menjadi sesuatu yang langka bagi pejabat publik. Bagi saya, permintaan maaf itu adalah kejujuran yang harus diapresiasi, artinya kebijakan yang sudah diambil pemerintah, terus dilaksanakan, dan dilakukan evaluasi. Artinya sebagai manusia, pasti tidak sempurna. Harapan-harapan yang diharapkan belum tentu berjalan sesuai dengan apa yang kita harapkan," kata Ali kepada wartawan, Minggu (18/7/2021).

Menurut Ali, tersirat kerendahan hati dalam permintaan maaf yang disampaikan Luhut. Dia menilai permintaan maaf Luhut itu juga menunjukkan sikap jujur pemerintah akan kondisi saat ini akibat gempuran virus Corona.

"Nah artinya ada kejujuran dari pemerintah seperti ini kondisinya, dan itu hal yang langka selama ini. Jadi pejabat selalu tidak pernah merasa bersalah. Ada kerendahan hati yang kemudian disampaikan Menko Pak Luhut saya pikir itu hal yang sangat-sangat baik, dan ini menjadi teladan yang harus kita apresiasi. Sehingga kemudian semua orang jangan merasa menang sendiri, semua orang tidak mau tahu, semua orang merasa paling-paling bisa," tuturnya.

Ali pun meyakini dengan mengakui bahwa PPKM Darurat ini belum optimal artinya pemerintah akan terus berupaya melakukan perbaikan. Menurutnya, hal itu lebih baik daripada berpuas diri akan kinerja selama ini.

"Artinya kalau kemudian pemerintah merasa bahwa ada yang gagal, berarti ada upaya untuk melakukan perbaikan, kalau pemerintah merasa bahwa ada yang belum optimal, maka akan dioptimalkan. Yang sulit adalah ketika kemudian mereka merasa sudah optimal, sudah merasa berhasil, artinya pekerjaannya menjadi stagnan," ungkap Ali.

"Saya pikir apa yang disampaikan Pak Luhut ini adalah teladan yang patut dicontoh oleh semua pejabat yang ada di republik ini," imbuh dia.

Sebelumnya, permintaan maaf itu disampaikan Luhut dalam konferensi pers yang disiarkan langsung lewat kanal YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (17/7) kemarin. Luhut meminta maaf kepada rakyat Indonesia karena pelaksanaan PPKM Darurat yang telah berjalan dua pekan dinilai belum berjalan optimal.

"Sebagai Koordinator PPKM Jawa dan Bali, dari lubuk hati yang paling dalam, saya ingin meminta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia jika dalam penanganan PPKM Jawa dan Bali ini masih belum optimal," kata Luhut Pandjaitan dalam konferensi pers yang disiarkan langsung lewat kanal YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (17/7/2021).

Luhut menyampaikan hal tersebut di pengujung uraiannya mengenai pengendalian penularan virus Corona dalam PPKM Darurat selama ini. Selanjutnya, setelah minta maaf, Luhut menjelaskan pemerintah bakal terus melanjutkan kerjanya untuk menanggulangi COVID-19, khususnya penularan virus Corona varian Delta.

"Saya bersama jajaran dan menteri/kepala lembaga terkait akan terus bekerja keras untuk memastikan bahwa penyebaran varian Delta ini bisa diturunkan," kata Luhut. (detik)