Mabuk Bikin Gagal Fokus, Pemuda Ini Salah Ambil Motor, Dikira Maling hingga Diamuk Warga
logo

5 Juli 2021

Mabuk Bikin Gagal Fokus, Pemuda Ini Salah Ambil Motor, Dikira Maling hingga Diamuk Warga

Mabuk Bikin Gagal Fokus, Pemuda Ini Salah Ambil Motor, Dikira Maling hingga Diamuk Warga


GELORA.CO -  Empat pemuda pengamen di Lumajang jadi bulan-bulanan amukan warga. Mereka dituduh maling motor.

Kejadian itu bermula saat seorang temannya mereka yang gagal fokus karena pengaruh minuman keras.

Empat pemuda ini datang di kawasan Pasar Pasrujambe, dalam keadaan mabuk.

Mereka ke pasar mengendarai satu sepeda motor Honda Scoopy.

Tiba di pasar mereka memarkirkan di tempat parkir lalu berkeliling bersama.

Namun, saat sedang mengamen, tiba-tiba seorang dari mereka memisahkan diri. Dia berhenti di depan rumah warga.

Karena masih dalam kondisi pengaruh alkohol, dia malah menghampiri motor yang terparkir di depan rumah itu.

Kemudian dia berusaha menghidupkan secara paksa motor tersebut.

Ninik Muslifah yang melihat dari dalam rumah sempat menegur pemuda tersebut.

Namun bukannya kabur, pemuda itu menjelaskan motor tersebut miliknya.

"Saya lihat dari dalam rumah dia datang bawa botol air. Botol plastik itu ditaruh di dasbord. Terus dia kayak mau nyalain gak bisa kemudian kayak mau dituntun. Saya keluar malah sempat tarik-tarikan sama saya," kata Ninik.

Rupanya penjelasan Ninik, tak bisa meyakinkan pemuda itu. Pemuda itu tetap ngeyel menuntun motor sampai sejauh 3 meter.

Mendengar suara ribut, tamu Ninik keluar rumah. Pemuda itu barulah menyadari motor tersebut bukan miliknya. Hanya model dan warna saja yang sama mirip dengan motornya.

"Saya jelasin ini bukan sepedamu mas, ini motor tamu. Pas tamu saya keluar dia kayak sadar minta maaf," ujarnya.

Namun, kegaduhan itu ternyata sudah mengundang perhatian tetangga Ninik. Warga sekitar yang melihat dari kejauhan mengira pemuda itu maling.

"Terus ada warga yang lihat langsung dipukuli. Karena ramai, malah banyak yang tahu terus pada datang mukuli. Terus teman-temannya nyusul malah dihajar juga," bebernya.

Melihat kejadian itu, perangkat Desa Pasrujambe mengamankan 4 pengamen itu ke balai desa setempat. Lantaran warga terus menghakimi akhirnya mereka diserahkan ke pihak polisi.

Setelah efek minuman keras hilang, barulah mereka menceritakan kejadian sebenarnya.

"Setelah kami periksa tidak ada kunci T atau alat yang digunakan mencuri. Jadi dugaan sementara warga salah paham. Tapi ini masih kami periksa lagi," pungkas Kasat Reskrim Polres Lumajang, AKP Fajar. []