Diminta Berhenti Posting Soal Covid-19, Begini Respon Imam Darto
logo

16 Juli 2021

Diminta Berhenti Posting Soal Covid-19, Begini Respon Imam Darto

Diminta Berhenti Posting Soal Covid-19, Begini Respon Imam Darto


GELORA.CO - Imam Darto tampak kesal dengan permintaan seseorang untuk tidak memposting soal Covid-19.

Terlebih saat mengetahui alasan atas permintaan tersebut. Imam Darto pun memberikan penjelasan.

Dikatakan, tujuan memposting, mulai dari permintaan bantuan oksigen, informasi rumah sakit hingga donor plasma, bukan untuk menakut-nakuti.

Ia bermaksud agar yang belum merasakan tidak harus merasakan, karena menjadi lebih waspada.

“Biar yang blm ngerasain kehilangan orang tercintanya jadi waspada dan tau KITA LAGI ENGGA BAIK BAIK SAJA. Jadi mereka ga harus kehilangan orang tercintanya,” paparnya.

Sayangnya, penjelasan Imam Darto ini seolah tidak diterima. Sehingga ia pun engga meladeni lebih lanjut.

“Tapi gak semua yang meninggal hanya cuman copit dong, dari dulu penyakitnya sesak nafas ada, tapi kenapa sekarang dinamain copit, da untuk tabung gas sudah bukan hal yang aneh lagi di indonesia, ketika yang benar2 dibutuhkan itu langkah,” demikian bunyi pesannya.

“Aduh. Kalo argumen kamu begitu, sorry.. Saya ga ada waktu ngeladenin. Percuma soalnya. Saya doain aja kamu dan keluarga ga harus ngerasain ya,” balas Imam Darto.

Melalui keterangannya, Imam Darto juga menuliskan pesan menohok. Dikatakan, jika ada yang tidak nyaman dengan postingan soal Covid-19, orang yang menghadapi langsung lebih merasa tidak nyaman.

“Coba deh ngomong gitu sama Nakes. “Jangan posting berita ttg kopit mulu mas.. Jangan ngabarin berapa yang meninggal di IGD atau ICU mas..” Coba deh ngomong gitu sama yang lagi kalang kabut nyari tabung atau kamar RS atau plasma darah. “Jangan posting nyari2 tabung, nyari kamar, nyari plasma darah mas”,” tulisnya.

“Kamu tidak nyaman? Mohon maap, kondisi yang lagi berhadapan langsung dengan covid lebih jauh tidak nyaman. Nakes taruhan nyawa tiap hari. Saudara2 kita tiap jam berlomba dengan waktu mencoba menyelamatkan nyawa orang tercintanya. Dan ternyata argumennya begitu doang lagi. Duh elah,” tandasnya. [pojoksatu]