Cegukan Selama 10 Hari, Presiden Brasil Dirawat di Rumah Sakit
logo

15 Juli 2021

Cegukan Selama 10 Hari, Presiden Brasil Dirawat di Rumah Sakit

Cegukan Selama 10 Hari, Presiden Brasil Dirawat di Rumah Sakit


GELORA.CO -  Presiden Brasil Jair Bolsonaro mengalami cegukan selama 10 hari, kondisi ini membuatnya harus dirawat di rumah sakit di Sao Paulo untuk pemeriksaan usus dan mungkin memerlukan operasi darurat.

Bolsonaro pergi ke rumah sakit militer di ibukota Brasilia pada hari Rabu, waktu setempat. Staf rumah sakit mengatakan bahwa mereka akan mengamati presiden 24-48 jam.

Tapi beberapa jam kemudian, kantor Presiden mengatakan ahli bedah yang mengoperasi Bolsonaro setelah dia ditikam di perut selama kampanye presiden 2018 memutuskan untuk memindahkannya ke Sao Paulo, di mana dia akan menjalani tes tambahan untuk mengevaluasi perlunya operasi darurat.

Bolsonaro, terlihat memposting fotonya di akun twitter, di mana dia terlihat  berbaring di ranjang rumah sakit, mata tertutup, beberapa sensor pemantau menempel di tubuhnya.

Penusukan tahun 2018 menyebabkan kerusakan usus dan pendarahan internal yang serius dan presiden telah menjalani beberapa operasi sejak itu, beberapa tidak terkait dengan serangan itu.

Beberapa minggu terakhir, Bolsonaro tampak kesulitan berbicara dan mengatakan bahwa dia sering mengalami cegukan.

"Saya meminta maaf kepada semua orang yang mendengarkan saya, karena saya cegukan selama lima hari sekarang," kata Presiden dalam wawancara dengan Radio Guaiba pada 7 Juli, dikutip dari News.
Hari berikutnya, selama sesi Facebook Live mingguannya, Bolsonaro meminta maaf lagi karena tidak dapat mengekspresikan dirinya dengan baik karena cegukan.

Cegukan kronis biasanya merupakan manifestasi dari masalah mendasar, seperti usus yang tersumbat, yang mungkin memerlukan pembedahan, kata Dr Anthony Lembo, ahli gastroenterologi di Beth Israel Deaconess Medical Center di Boston.

Bolsonaro berada di bawah tekanan yang semakin besar dari penyelidikan kongres mengenai penanganan pemerintahannya terhadap pandemi virus corona dan dugaan korupsi dalam perolehan vaksin COVID-19. [indozone]