Ingin Sudahi Polemik, Firli Tak Mau Debat Soal TWK di Ruang Publik
logo

4 Juni 2021

Ingin Sudahi Polemik, Firli Tak Mau Debat Soal TWK di Ruang Publik

Ingin Sudahi Polemik, Firli Tak Mau Debat Soal TWK di Ruang Publik


GELORA.CO - Ketua KPK Filri Bahuri ingin polemik soal Test Wawasan Kebangsaan (TWK) tidak lagi diperdepatkan di ruang publik. Untuk itulah dirinya memutuskan tidak menghadiri debat terbuka mengenai wawasan kebangsaan yang digelar oleh Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi.

Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan bahwa pihaknya telah menerima undangan tersebut.

"Kami telah merespon surat tersebut bahwa Ketua KPK tidak bisa memenuhi undangan tersebut karena ingin mengakhiri polemik di ruang publik terkait dengan alih status pegawai KPK menjadi ASN," ujar Ali dalam keterangannya, Jumat (4/6).

Disisi lain, Ali menyayangkan, di dalam undangan debat dicantumkan bahwa debat publik dilaksanakan di pelataran gedung Merah Putih KPK yang merupakan area publik. Namun, ternyata debat dilaksanakan di ruang pers KPK tanpa ada izin.

"KPK menyayangkan acara debat tersebut yang kemudian dilakukan di ruang pers KPK tanpa pemberitahuan terlebih dahulu," kata Ali

"Kami berharap dukungan publik untuk menciptakan situasi yang kondusif demi kelancaran tugas-tugas pemberantasan korupsi oleh KPK," imbuhnya.

Sebelumnya, 1.271 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi dilantik menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Aula Gedung Juang KPK.

Para pegawai tersebut dilantik setelah lolos tes wawasan kebangsaan (TWK) sebagai proses alih status menjadi ASN. Dimana KPK melaksanakan UU 19/2019 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Dalam sambutanya Firli meminta agar para pegawai KPK dapat bekerja secara profesional dan menegaskan bahwa upaya pemberantasan korupsi tidak akan berhenti.

"Kami pesan dari mimbar ini setiap insan KPK jangan pernah ragu dan teruslah berkomitmen untuk melakukan pemberantasan korupsi tanpa pengaruh dari kekuasaan apa pun, apakah itu eksekutif, legislatif dan yudikatif," sebut Firli. (*)