Imbas Gerakan #BlockTheBoat, Kapal-Kapal Kargo Israel Bingung Cari Tempat Bongkar Muatan

Imbas Gerakan #BlockTheBoat, Kapal-Kapal Kargo Israel Bingung Cari Tempat Bongkar Muatan

Gelora News
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO -  Gerakan Boycott, Divestment, and Sanctions (BDS) yang dilakukan masyarakat internasional untuk mendukung Palestina tampaknya memberikan pengaruh yang cukup signifikan bagi Israel.

Salah satu gerakan yang dilakukan adalah kampanye #BlockTheBoat. Itu merupakan upaya para pekerja di pelabuhan untuk menolak membongkar muatan kapal-kapal Israel.

Seperti yang dialami oleh perusahaan pelayaran terbesar Israel, ZIM. Kapal-kapal kargo milik ZIM harus menelan kerugian yang tidak sedikit setelah para pekerja pelabuhan menolak untuk membongkar muatan mereka.

Pada Sabtu (5/6), kapal kargo Volans milik ZIM menyerah setelah dua pekan menunggu muatannya dibongkar di Pelabuhan Oakland, California.

Menurut Koalisi Act Now to Stop War and End Racism (ANSWER), para pekerja pelabuhan International Longshore and Warehouse Union (ILWU) menolak untuk membongkar muatan karena agresi yang dilakukan Israel terhadap warga Palestina selama 11 hari pada bulan lalu.

Beberapa afiliasi ILWU, termasuk Local 10, juga menandatangani pernyataan bersama pada pekan lalu yang mengecam rasisme dan ketidakadilan, serta kekerasan yang dilakukan oleh Israel terhadap Palestina.

Akibatnya, ZIM kehilangan jutaan dolar setiap harinya ketika menunggu di Teluk San Francisco, sembari mencari pelabuhan lain untuk membongkar muatan.

"Karena kendala operasional dan penundaan yang lama di pelabuhan Oakland, dan untuk memenuhi jadwal keberangkatan di Timur Jauh, kami akan mengunjungi Pelabuhan Pantai Barat AS lainnya sampai pemberitahuan lebih lanjut," kata ZIM, seperti dimuat Middle East Eye.

Berdasarkan jadwal resmi ZIM, kapal kargo Volans seharusnya berlabuh di Oakland pada 24 Mei dan menyeberangi Pasifik ke Shanghai pada 26 Juni.

Tetapi menurut Pusat Sumber Daya dan Pengorganisasian Arab (AROC), saat ini kapal tersebut menuju ke Vancouver, Kanada.

Namun tampaknya usaha ZIM akan sia-sia, lantaran sejumlah kelompok HAM telah menjadwalkan diri untuk berkumpul di pelabuhan, menolak pembongkaran muatan dari kapal Volans.

"Ini menghangatkan hati kami di Jalur Gaza yang terkepung dan seluruh Palestina yang diduduki," ujar anggota komite eksekutif Federasi Umum Serikat Buruh Palestina (PGFTU) di Gaza, Elias al-Jelda.

"Kami menyerukan kepada semua pekerja pelabuhan di seluruh dunia untuk mengintensifkan kampanye boikot terhadap kapal-kapal ZIM dan semua bisnis yang mengambil untung dari apartheid Israel, dalam solidaritas dengan perjuangan rakyat kami untuk kebebasan dan keadilan di Palestina," tambah al-Jelda.

Di pelabuhan New York pada Minggu (6/6), kapal milik ZIM lainnya, Tarragona, menghadapi gerakan serupa. Ratusan orang bergabung dengan koalisi #BlocktheBoat berkumpul di pelabuhan Maher di Elizabeth, New Jersey. Namun, mereka gagal menghentikan pembongkaran muatan Tarragona.

Protes lain telah terjadi di Texas, Washington, dan California. Meskipun tidak jelas apakah semuanya menargetkan kapal-kapal khusus milik Israel yang ingin berlabuh di sana.

​ZIM dianggap sebagai perusahaan pelayaran terbesar ke-10 di dunia, membawa 1,6 persen kargo global di 96 kapal yang dimiliki atau disewanya. Perusahaan tersebut berbasis di Haifa dan didirikan sejak 1945 untuk memfasilitasi pengiriman massal imigran Yahudi ke Palestina. []
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita