Amien Rais: Ada Fenomena Demokrasi Meluncur ke Arah Otoritarianisme
logo

26 Juni 2021

Amien Rais: Ada Fenomena Demokrasi Meluncur ke Arah Otoritarianisme

Amien Rais: Ada Fenomena Demokrasi Meluncur ke Arah Otoritarianisme


GELORA.CO - Politisi senior, Amien Rais, menjadi salah satu pembicara dalam webinar peringatan 85 tahun B.J. Habibie. Dalam pernyataannya, Amien mengungkapkan ada fenomena global yang menunjukkan negara-negara dunia mengalami fenomena yang disebut democratic back sliding.

"Jadi demokrasi meluncur. Ke mana meluncurnya itu? Kata banyak pengamat, ya, enggak jauh dari rawa-rawa otoritarisme. Jadi ini kita harus waspada benar-benar karena kita pun di Indonesia dan Asia pada umumnya, bahkan di dunia kita melihat secara jelas sekali adanya kemerosotan dan meluncurnya nilai-nilai demokrasi," kata Amien, Jumat (25/6).

Amien menjelaskan, saat ini dunia sedang dinina bobokan dengan sebuah alternatif pemerintahan yang menurutnya berbahaya, yaitu pemerintahan yang otoriter. Amien pun mencontohkan ketika pendukung Donald Trump yang menyerang gedung parlemen Amerika Serikat usai Pemilu Presiden AS beberapa waktu lalu.

"Tak terbayangkan ada ribuan loyalis Trump yang kalah pemilu itu kemudian merangsek ke gedung DPR dan DPD mereka itu, lantas di lantai senat itu mereka mengobrak-abrikan kursi, segala macam dijungkirbalikkan. Ini terjadi hal luar biasa," tuturnya.

Selain itu, Amien juga menyoroti lahirnya perang dingin kedua antara Amerika Serikat dan China. Perang dingin ini, menurutnya, harus diwaspadai karena konfrontasi antara kedua negara itu bukan lagi soal perang tarif atau perang dagang, melainkan sudah sampai pada ideological confrontation.

"Di sini saya menggarisbawahi awas politik dari negara raksasa itu yang pasti akan mengincar Indonesia karena luasnya, karena kekayaannya, karena sekarang ini sudah nampak jadi sumber dinasti kepentingan global China," ujarnya.

Amien secara khusus meminta Indonesia berhati-hati terhadap China. Ia meminta pemerintah untuk lebih mementingkan kepentingan negara sendiri.

"Jangan jadi korporasi itu dan terakhir kuncinya adalah satu. Beranikah kita memberantas mafia. Selama mafia tidak diberantas, maka kita akan jadi negara yang kehilangan kedaulatan," jelasnya.

"Tapi saya masih ada secercah harapan bahwa kalau kita kembali ke perjuangan Pak Habibie, semua presiden harus kita hargai, jadi masih ada waktu supaya ada perbaikanlah," pungkasnya. []