Preman di Garut Serang Markas TNI dan Polisi, Anggota Polri Nyaris Dibacok
logo

29 Mei 2021

Preman di Garut Serang Markas TNI dan Polisi, Anggota Polri Nyaris Dibacok

Preman di Garut Serang Markas TNI dan Polisi, Anggota Polri Nyaris Dibacok


GELORA.CO - Sekelompok pria di Pameungpeuk, Kabupaten Garut, nekat menyerang markas TNI dan polisi yakni Koramil Pameungpeuk dan Polsek Pameungpeuk, Jumat (18/5/2021).

Mereka membawa senjata tajam dan nyaris melukai sejumlah anggota polisi.

Peristiwa ini bermula saat seorang pria berinisial DA (45) alias Dadang Buaya adu mulut dengan seorang nelayan berinisial JK (54).

Menurut Kapolres Garut AKBP Adi Benny Cahyono, saat itu sang nelayan baru saja pulang melaut.

Adu mulut terjadi saat keduanya berpapasan di jalan.

"Dia (DA) salah jalur karena orangnya mabuk, ribut dengan pengendara lain (nelayan) kemudian lari ke dalam koramil dikejar sama dia," ucapnya.

Saat itu DA mengendarai sepeda motor dan hampir menabrak JK.

JK yang kaget langsung menegur DA.

Tidak terima ditegur DA pun langsung turun dari motornya dan menodongkan pisau ke leher JK lalu menamparnya.

Karena terus berselisih, JK akhirnya menghubungi adiknya yang seorang aparat untuk membantu menengahi permasalahannya.

Tidak terima ditengahi, DA pun terlibat cekcok dengan adiknya JK dan terlibat perkelahian.

Masyarakat yang menyaksikan peristiwa tersebut akhirnya melaporkan kejadian itu kepada polisi yang bertugas sebagai Babinmas Desa Mancagahar.

Namun bukannya mereda DA malah menyerang Babinmas dan membantingnya.

DA lalu merampas golok milik petani yang sedang melintas di lokasi lalu mencoba membacok namun berhasil digagalkan.

Aksi brutal DA berhasil dibubarkan oleh anggota Polsek Pameungpeuk.

DA yang tidak puas dengan kejadian tersebut lalu kembali bersama 15 orang temannya kemudian mendatangi Koramil Pameungpeuk dengan niat mencari adiknya JK.

DA yang dalam keadaan pengaruh minuman alkohol mencoba menerobos masuk ke dalam Koramil sambil membawa senjata tajam. 

Anggota Koramil berhasil menghalau DA kemudian mengamankan sejumlah senjata tajam yakni katana dan golok.

DA pun berhasil diusir oleh anggota Koramil Pameungpeuk.

Sempat terjadi adu mulut antara DA dan sejumlah anggota.

Tidak puas dengan yang terjadi di Markas Koramil Pameungpeuk DA pun lalu bergegas mendatangi Polsek Pameungpeuk mencari anggota kepolisian yang sebelumnya terlibat cekcok dengan DA. 

Di Polsek Pameungpeuk ia lalu membuat keributan, tapi akhirnya diusir keluar.

Tak cukup sampai di situ DA pun akhirnya meluapkan kekesalannya dengan menyerang salah satu anggota kepolisian yang sedang berada di luar Polsek. 

Akhirnya DA berhasil ditenangkan kemudian ia diminta untuk pulang. 

Koramil Pameungpeuk lalu berkordinasi dengan Polsek Pameungpeuk untuk menangkap DA dan lainnya yang terlibat.

Hingga akhirnya DA dan satu orang temannya berhasil ditangkap di rumahnya masing-masing. []