PKS Ungkap Siapa Zionis Nusantara yang Dimaksud Hidayat Nur Wahid

PKS Ungkap Siapa Zionis Nusantara yang Dimaksud Hidayat Nur Wahid

Gelora Media
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO - Wakil Ketua Majelis Syuro PKS, Hidayat Nur Wahid (HNW), menyesalkan pihak yang dianggapnya sebagai 'zionis nusantara'. PKS menjelaskan siapa zionis nusantara yang dimaksud HNW tersebut.

"Di era demokrasi semua bisa berkomentar, termasuk mendukung Israel. Tapi kita perlu sadar betapa kezaliman Israel nyata," kata Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera, saat dihubungi, Rabu (19/5/2021).

Mardani mengatakan sebutan zionis nusantara dikaitkan dengan pihak yang mendukung serangan Israel terhadap warga Palestina. Dia menilai zionis nusantara itu sebenarnya tahu bahwa Israel zalim, tapi tetap mendukung.

"Sebutan zionis nusantara bisa jadi ditujukan pada mereka yang mendukung Israel padahal tahu kezaliman Israel. Konstitusi kita mengamanahkan untuk meneguhkan prinsip kemerdekaan adalah hak segala bangsa," ucapnya.

Mardani juga bicara hambatan dalam mewujudkan perdamaian di Palestina. Salah satunya penggunaan hak veto oleh Amerika Serikat di Dewan Keamanan (DK) PBB.

"Semua negara anggota Dewan Keamanan PBB setuju memberi sanksi, kecuali Amerika Serikat. Tiga kali proses berulang selalu diveto AS," ujarnya.

Sebelumnya, istilah 'zionis nusantara' sempat diucapkan oleh HNW. HNW menilai sikap para pendukung Israel yang ada di Indonesia atau 'zionis nusantara' tidak sejalan dengan sikap kelompok masyarakat moderat di Indonesia.

Antara lain, PBNU dan PP Muhammadiyah yang merupakan cerminan mayoritas warga. Serta partai politik, seperti PKS, perwakilan rakyat di DPR dan MPR.

"Gaung penolakan kejahatan kemanusiaan dan penjajahan oleh Israel atas Palestina, selalu terdengar jelas dari Indonesia. DPR, MPR, BKSAP, PBNU dan Muhammadiyah sudah membuat pernyataan penolakan yang keras. PKS bahkan mengirim surat terbuka kepada Presiden AS Joe Biden yang merupakan pendukung utama Israel. Agar penjajahan dan pelanggaran HAM oleh Israel terhadap bangsa Palestina sejak tahun 1948, jauh-jauh hari sebelum lahirnya HAMAS itu, bisa dikoreksi, dihentikan dan diberikan sanksi," ucapnya.(dtk)
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita