Nyinyiri Muhammadiyah yang Nyumbang Rp 7 M ke Palestina, Wanita Ini Menghilang dari Twitter
logo

24 Mei 2021

Nyinyiri Muhammadiyah yang Nyumbang Rp 7 M ke Palestina, Wanita Ini Menghilang dari Twitter

Nyinyiri Muhammadiyah yang Nyumbang Rp 7 M ke Palestina, Wanita Ini Menghilang dari Twitter


GELORA.CO - Langkah Muhammadiyah yang mengumpulkan donasi untuk Palestina mendapat nyinyiran dari warganet.

Beberapa netizen di media sosial, menilai langkah Muhammadiyah tersebut lebih mementingkan negeri lain dibanding negeri sendiri.

Salah satu akun di media sosial, SinthaS5, menyayangkan uang sebanyak Rp 7 miliar dipakai Muhammadiyah untuk Palestina.

“Duit segini banyak sebetulnya bisa untuk bangun & benerin sekolah sekolah di pelosok desa yang sudah tidak layak, atau hancur karena bencana.

Banyak horang kaya yang ternyata lebih cinta bangsa lain daripada Bangsa sendiri,” tulis dia.

Belakangan, akun @SinthaS5 banyak mendapat klarifikasi dan serangan balik dari netizen. Tak lama kemudian, akun SinthaS5 pun menghilang di medsos.

Salah satu aktivis Muhammadiyah, @arufnr, menjelaskan, dana amal usaha Muhammadiyah  di Indonesia tidak ada apa-apanya dengan dana yang disalurkan untuk bantuan kemanusiaan dari Muhammadiyah ke Palestina, termasuk krisis kemanusiaan lain seperti Gempa Nepal, Badai Filipina, Krisis Rohingya dan lainnya.

Bantuan 7 Miliar Palestina

Sebelumnya, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir mengungkapkan lembaganya telah mengumpulkan dana sekitar Rp7 miliar untuk membantu warga Palestina lewat jejaring Lazismu (Lembaga Amil Zakat Infaq Sedekah Muhammadiyah).

“Harus ada empati, dan kita juga jangan bertindak tanpa ilmu. Kita juga memiliki rasa kemanusiaan. 

Akhir-akhir ini kita juga tengah menggalang donasi untuk saudara kita di Palestina dimana informasi terakhir telah terhimpun dana sekitar lebih dari Rp7 miliar melalui jejaring Lazismu,” kata Haedar Nasir saat mengikuti Silaturahim Idul Fitri 1442 Hijriah yang dilaksanakan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalbar secara daring dari Pontianak, Sabtu 22 Mei 2021.

Menurut Haedar Nashir, gerakan serupa ini juga harus diperjuangkan di internal Muhammadiyah, seperti halnya membangun peradaban. Ia mencontohkan gerakan penggalangan dana untuk pembangunan pembuatan madrasah mualiamin di Muhammadiyah

“Muhammadiyah harus terus membangun. Semua harus bergairah untuk menggerakkan Muhammadiyah,” kata dia.

Ia melanjutkan, pembangunan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), menggerakkan masyarakat di bawah, menghidupkan masjid dan membangun ekonomi umat merupakan upaya membangun peradaban Islam yang berkemajuan.

Ia mengingatkan pembangunan memerlukan akselerasi dan tingkat kualitas yang lebih baik, jangan terus menerus berada di zona nyaman.

Untuk itu, soliditas antar pengurus dan kader harus tetap erat dan saling mendukung. “Itu adalah cara kita untuk bersaudara, serta selalu mengedepankan prasangka baik dan bermusyawarah,” kata Haedar Nashir. []