Kisah Bung Karno Diajak Inspeksi Penari Perut oleh Presiden Mesir Gamal Abdul Nasser
logo

23 Mei 2021

Kisah Bung Karno Diajak Inspeksi Penari Perut oleh Presiden Mesir Gamal Abdul Nasser

Kisah Bung Karno Diajak Inspeksi Penari Perut oleh Presiden Mesir Gamal Abdul Nasser


DALAM buku" Soekarno, Bapakku, Kawanku, Guruku," karya Guntur Soekarno Putra diceritakan kisah menarik dan humanis dari Bung Karno.

Guntur mendapat cerita dari Bung Karno antara tahun 1967-1968 di Wisma Yaso, (sekarang museum Satria Mandala), Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan. Bung Karno bercerita kepada Guntur soal Presiden Mesir Gamal Abdul Nasser.

“Suatu waktu Bapak ke Republik Persatuan Arab, dari airport Kairo Bapak bersama rombongan langsung pergi ke penginapan," kisah Bung Karno.

Waktu itu Bapak betul-betul lelah. Pokoknya Bapak hari itu mau istirahat total supaya besoknya dalam pertemuan dengan Pak Nasser, Bapak benar-benar segar," sambungnya.

Lanjutnya "Eh tidak tahunya datang Sabur ketok-ketok kamar Bapak, langsung ia Bapak semprot," aku kan sudah bilang aku mau istirahat!”

“Ada utusan Presiden Nasser, Pak,” jawab Sabur, ajudan Bung Karno.

“Dari manaaaa? Persetaaaan!”

“Utusan dari Pak Nasser,” kata Sabur.

“Tidaak ... perrrdullliii,”

“Ada utusan dari Presiden Nasser ... Pak,” ucap Sabur lagi.

“Maneh gelo! Kunaon teu ngomong ti tadi (Kamu gila, kenapa tidak omong dari tadi). Siapa utusannya? Di mana dia sekarang?”

“Inii Pak, aya di pengker abdii (ada di belakang saya). Marsekal Abdul Hakim Amir ... Pak,” jelas Sabur.

“Wah Sdr. Amir maafkan keadaan saya. Maklumlah sudah mau tidur”

Marsekal Amir mengambil tempat duduk dan mulai bicara. Namun pembicaraannya terlalu santun, hanya mengatakan Nasser ingin mengajak Bung Karno berinspeksi.

Bung Karno memberikan alasan, dia masih terlalu lelah. Lalu mengapa acara inspeksi ini mendadak, lagi pula dia perlu istirahat.

Marsekal Amir agak kecewa, lalu meminta kesediaan Bung Karno agar menemani Nasser inspeksi. Bung Karno pun menolak dengan halus.

“Tetapi eh soalnya adalah....”,kata Marsekal Hakim.

 “ Soal apa lagi?”

“Soalnya Presiden kami mengundang sahabat beliau, yaitu Presiden Republik Indonesia untuk menginspeksi para penari perut di seluruh pelosok kota Kairo. Untuk itu kami diperintahkan untuk menyampaikannya pada paduka Yang Mulia.”

“Oooh ya? Ho ho ho ... Kenapa tak bilang dari tadi? Sampaikan pada Saudaraku Nasser, bahwa Soekarno dari Indonesia akan siap dalam 10 menit!. ***