Ini Sosok yang Satukan Islam dan Kristen di Tengah Gempuran Israel

Ini Sosok yang Satukan Islam dan Kristen di Tengah Gempuran Israel

Gelora Media
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO - Serangan roket Israel ke kompleks masjid Al-Aqsa tak meuat rakyat Palestina gentar. Mereka yang beragama Islam dan Kristen malah bersatu untuk melawan serang Israel tersebut. Hal itu tak lepas dari peran seorang pastor Katolik.

Melihat aksi brutal yang dilakukan oleh Israel, dia pun ikut menyerukan agar umat Kristiani bergabung membantu umat muslim mempertahankan Masjid Al-Aqsa. Ajakan pastor ini sendiri mendadak viral usai diunggah oleh akun jejaring media sosail Facebook Al Araby. Pastor bernama Musallam ini mengajak umat Kristiani untuk membantu umat Muslim melawan agresi Israel.

“Siapa pun yang tidak bersama kaumnya di masa perang, maka tidak layak bersama mereka di masa damai,” ujar Manuel Musallam dalam sebuah unggahan Facebook di laman Al Araby, seperti dikutip pada Kamis (13/5/2021).

Pendeta Musallam menyebut saat ini seluruh warga Yerusalem, yakni Palestina baik muslim maupun Kristen sedang berperang untuk martabat, tanah, tempat suci, dan agama mereka. Ia turut menyebut tindakan Israel tidak bermoral.

“Kita akan memenangkan pertempuran melawan pendudukan (Israel) karena kita memiliki moral, sementara musuh dan pemukimnya tidak bermoral,” tegasnya.

“Sepanjang sejarah, penjajah yang datang ke Yerusalem dikalahkan oleh keberanian rakyatnya,” lanjutnya.

Musallam yang juga adalah anggota dari Komite Penjaga Tempat Suci Islam dan Kristen sangat vokal dalam mengecam otoritas Israel yang mengusir warga Palestina dari rumah mereka di kawasan Sheikh Jarrah, Yerusalem Timur.

“Kami tidak akan biarkan rumah orang-orang Muslim direbut di Sheikh Jarrah, Silwan, dan Wadi Al-Joz dan orang-orang Palestina diusir,” tegasnya.

“Berdirilah wahai para tokoh Kristen bersama kaum kalian, mereka yang ditindas, mereka yang takut dan miskin demi gereja kaum yang tertindas, takut, dan miskin,” pungkas Musallam.

Sebagai informasi, Musallam selama ini dikenal sebagai aktivis umat antaragama yang menentang penindasan terhadap orang Palestina dan tempat suci keagamaan di Yerusalem. Pernyataan Pendeta Musallam itu muncul ketika pasukan Israel mengepung Masjid Al-Aqsa dan terus menyerang jamaah di sana.

Dalam peristiwa penyerangan tersebut, puluhan ribu warga Palestina dikabarkan telah berkumpul di masjid yang merupakan situs paling suci ketiga umat Islam selama hari-hari terakhir bulan suci Ramadan.

Di sisi lain, polisi Israel telah menggunakan gas air mata, granat kejut, dan peluru berlapis karet pada jemaah di masjid dalam serangkaian serangan yang dimulai sejak hari Jumat.

Dampaknya, beberapa ratus orang terluka dan puluhan orang dikabarkan tewas. Berdasarkan laporan Bulan Sabit Merah Palestina, sudah lebih dari 300 orang warga Palestina yang dilaporkan terluka hingga Senin (10/5/2021).[ljc]
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita