Ganjar Tepis Berkonflik dengan Puan, Bambang Pacul: yang Saya Ungkap Fakta

Ganjar Tepis Berkonflik dengan Puan, Bambang Pacul: yang Saya Ungkap Fakta

Gelora Media
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO - Ketua DPP PDIP Bidang Pemenangan Pemilu yang juga merangkap Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah, Bambang Wuryanto, menanggapi pernyataan Ganjar Pranowo yang mengaku hormat kepada Puan Maharani dan tidak ada konflik.

"Saya tidak ada komentar apapun soal ini. Biarkan itu mengalir. Biarkan saja mengalir, semua mengalir. Yang saya ungkapkan fakta, Pak Ganjar juga mengungkapkan fakta. Jadi mau apa? Everything okay, clear," kata Bambang di kantor DPD PDIP Jateng di Semarang, Sabtu (29/5/2021).

Ketika ditanya apakah sudah pernah bertemu dengan Ganjar sejak sepekan lalu Ganjar tidak diundang ke acara PDIP di Semarang, ia mengatakan belum. Namun tidak menutup kemungkinan akan bertemu.


"Secara fisik enggak, (kontak-kontakan?) enggak, jadi mungkin one day, sewaktu-waktu, Karena kan begini, seseorang itu berkomunikasi pasti ada persepsi. Kalau persepsi belum sama, pasti susah. Sudut pandang belum sama agak susah. Jadi harus punya sudut pandang yang mirip," jelas pria yang akrab disapa Bambang Pacul tersebut.

"Apakah di Republik ini dinafikan perbedaan? Ya enggak. Perbedaan itu keniscayaan. Tapi berorganisasi itu punya hal yang disepakati bersama namanya value organisasi," imbuhnya.

Bambang lalu menguraikan value organisasi berbeda-beda. Untuk PDI Perjuangan, lanjutnya, nilai oragnisasinya yaitu tegak lurus.

"Valuenya berbeda, tata nilainya berbeda. Tata nilai keluar bentuk simbol, slogan, tagline. Misal PDI Perjuangan, tegal lurus! Marhaen tegak lurus perintah ketua umum, tegak lurus instruksi partai. Itu salah satu value," tegasnya.

Untuk diketahui polemik terjadi di internal PDIP. Ganjar Pranowo sengaja tidak diundang dalam acara PDIP hari Sabtu (22/5) lalu di Semarang yang menghadirkan Ketua DPP PDIP, Puan Maharani. Bambang saat itu menjelaskan memang sengaja tidak mengundang karena Ganjar kebablasan dengan ambisi maju di Pilpres 2024, padahal semua harus seizin Ketua Umum.

Bambang juga mengingatkan Ganjar soal elektabilitasnya yang rendah saat Pilgub Jateng 2013 lalu, kemudian Puan Maharani datang sebagai komandan tempur hingga akhirnya Ganjar yang berpasangan dengan Heru Sudjatmoko terpilih menjadi pemimpin Jawa Tengah.

Setelah sepekan terjadi polemik, Ganjar akhirnya mengungkapkan rasa tidak enak hati dengan Puan.

"Teman-teman, saya mengikuti apa yang di medsos, sungguh-sungguh saya tidak enak, saya sangat hormat sama mbak Puan, sangat-sangat hormat," kata Ganjar, Jumat (28/5).

Ia juga menjelaskan dirinya masih ingat ketika Puan Maharani menjadi komandan tempur pada Pilgub Jateng 2013 sehingga Ganjar menang meski elektabilitasnya rendah. Termasuk ketika dirinya maju Pilgub 2013, dirinya tidak ada modal.

"Maka saya masih ingat dan belum lupa ketika elektabilitas saya masih rendah di 2013 lalu, mbak Puan sebetulnya komandan tempurnya, itu tidak pernah lupa, saya tidak punya modal saat itu, itu tidak pernah lupa, maka partai (PDIP) saat itu yang bergerak sehingga saya menang. Maka inilah cara penghormatan saya kepada mbak Puan karena sampai dengan hari ini saya tidak pernah berkonflik dengan beliau. Baik-baik saja," jelas Ganjar Pranowo.(dtk)
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita