Beraksi dari Toko Kelontong, 3 Pria di Soppeng Bobol Kartu Kredit WNA
logo

25 Mei 2021

Beraksi dari Toko Kelontong, 3 Pria di Soppeng Bobol Kartu Kredit WNA

Beraksi dari Toko Kelontong, 3 Pria di Soppeng Bobol Kartu Kredit WNA


GELORA.CO - Polisi kembali menangkap tiga pemuda yang membobol kartu kredit milik warga negara asing (WNA) di Soppeng, Sulawesi Selatan (Sulsel). Ketiga pemuda ini ditangkap saat beraksi pada sebuah toko kelontong milik warga.

"Itu mereka digerebek di toko kelontong punya warga saat anggota lagi patroli," ujar Kasat Reskrim Polres Soppeng Iptu Noviarif Kurniawan saat dimintai konfirmasi, Selasa (25/5/2021).

Ketiga pemuda yang diamankan adalah HA (25), AH (37) dan WE (22). Mereka digerebek polisi di wilayah Kecamatan Lili Rilau pada Minggu (23/5). Pada saat polisi menghampiri, salah satu pemuda melarikan diri ke dalam rumah warga sehingga membuat polisi curiga

"Jadi anggota langsung melakukan pemeriksaan," ujar Noviarif.

Saat dilakukan pemeriksaan, ditemukan bukti percakapan di Messenger dan WhatsApp berisi ratusan data kartu kredit milik orang lain.

"Kemudian dilakukan pemeriksaan lanjutan dan ditemukan laptop berisi ratusan data debet atau kredit yang terkumpul dalam email yang telah login di sebuah situs," jelas Noviarif.

Pada Agustus 2020, puluhan pemuda di Soppeng juga pernah diringkus polisi akibat terlibat sejumlah kasus serupa. Terungkapnya kasus ini karena para pelaku yang masih remaja yang masih pelajar hingga pengangguran itu kedapatan hidup mewah dengan berbagai barang elektronik sehingga membuat polisi
curiga.

Ketiga pemuda beserta satu laptop dan empat unit ponsel telah dibawa ke Polres Soppeng untuk proses penyelidikan lebih lanjut. Polisi juga mengaku akan menyelidiki besaran nominal uang hasil pembobolan kartu kredit tersebut.

"Kalau nilainya saya belum tahu pasti karena masih didalami dulu. Karena sistemnya juga untung-untungan. Kalau dia dapat kartu kredit yang ada isinya baru dia mendapat hasil. Tapi kalau tidak ada isinya percuma juga, jadi kayak perjudian juga sih," katanya.

Setelah diselidiki, para pemuda tersebut ternyata terlibat pembobolan kartu kredit jaringan internasional. Untuk kasus kali ini, Noviarif menyebut pembobolan kartu kredit tersebut memiliki modus yang sama dengan sejumlah pengungkapan kasus pembobolan kartu kredit sebelumnya.

"Kayaknya modusnya masih sama, sama metodenya kayak yang lalu-lalu. Kartu kredit itu juga banyak punya orang asing," papar Noviarif.

Terkait maraknya kasus pembobolan kartu kredit tersebut, polisi mengaku masih menyelidiki lebih lanjut.

"Saya juga heran (marak kasus serupa), kayaknya belajar otodidak mereka itu. Saya juga lagi mau cari tahu tempat belajarnya dulu supaya tahu asalnya dari mana," pungkas Noviarif.[dtk]