Benci dan Mau Serang Islam soal Poligami, Pria Ini Justru Jadi Mualaf
logo

27 Mei 2021

Benci dan Mau Serang Islam soal Poligami, Pria Ini Justru Jadi Mualaf

Benci dan Mau Serang Islam soal Poligami, Pria Ini Justru Jadi Mualaf


GELORA.CO - Sambil sesekali menahan tangis, Wendy Lofu menceritakan perjalanan dirinya sebelum menjadi mualaf dan mencintai Islam. Dulu, dia mengatakan sangat membenci Islam, bahkan pernah melakukan berbagai upaya untuk menghina dan memfitnah Islam.

Dalam sebuah video Wendy bercerita, dia mengenal Islam karena 'kecelakaan' dan keterpaksaan. Sebelum menjadi mualaf, Wendy Lofu juga sempat menjadi atheis.

"Ketika atheis, saya menjadi orang yang nakal. Kenakalan saya cukup aku dan Allah yang tahu. Ketika di masa nakal, gua cukup rasis dengan Islam karena pengaruh lingkungan. Di lingkungan seperti itu, akhirnya saya membenci Islam dengan bantuan beberapa teman dan akhirnya timbul mindset saya sangat membenci Islam," cerita dia dalam video yang diunggah di Youtube Ngaji Cerdas, dikutip VIVA, Rabu 26 Mei 2021.

Wendy menambahkan, saat itu dia ingin memfitnah Islam tapi dengan memberikan bukti. Dari situ dia berpikir untuk mencari letak kesalahan Islam dan mencari celah untuk menghina Islam, dengan mempelajari Alquran dan hadis.

"Saya membaca Alquran bersama satu dua teman. Hal yang pertama kali saya cari adalah hal yang kemungkinan akan gol fitnahan saya adalah, bagaimana caranya menghina dan memfitnah Islam, agar orang Islam pun membenci Islam itu sendiri," kata dia.

Kemudian, hal yang dilakukan Wendy adalah dengan mencari sesuatu yang dibenci oleh orang Islam sendiri. Dari situ, Wendy berpikir untuk menyerang dari sisi poligami.

Akhirnya, pria berkepala pelontos itu membaca Alquran dan hadis yang menjelaskan tentang poligami. Bukan kesalahan, Wendy malah menemukan hal sebaliknya dalam Alquran dan hadis yang dia baca.

"Saya ketemu ternyata di zaman Rasulullah, orang bisa menikahi lebih dari 100 perempuan. Dijadikan budak dinikahi. Dan Masya Allah, Allah menurunkan ayat tentang poligami, 'nikahilah maksimal 4 dan kalau tidak sanggup berlaku adil nikahi 1'," tuturnya.

"Gua langsung terbersit, nih orang cuma ada dua pilihan, orang dari masa depan kalau tidak orang yang memang diutus sama Allah. Karena tidak mungkin mengatakan sesuatu bertutur-turut di Alquran, kalimatnya tidak ada letak kesalahan," sambung dia.

Wendy mengungkapkan, sebelum menjadi mualaf, dia sudah tiga kali khatam membaca Alquran. Tujuannya semata-mata hanya untuk mencari kesalahan Islam dan Alquran.

"Dan alhamdulilah di situ mungkin Allah permudah saya untuk memahami isi Alquran dan juga dengan bantuan hadis. Dan begonya, gua ada guru ustaz dan gua nanya ke ustaz dan ustaz ini tidak tahu tujuan saya (memfitnah Islam)," kata dia.

Saking niatnya mencari-cari kesalahan, Wendy melengkapi Alquran yang dia baca dengan hadis-hadis yang ada. Tapi akhirnya Wendy memutuskan untuk menyerah.

"Dari semua isinya, ada beberapa yang membuat saya menyerah untuk menyerang Alquran," ujar dia.

Wendy Lofu sendiri sebenarnya sudah memeluk Islam sejak 6 tahun lalu. Namun, dia kembali mengucap dua kalimat Syahadat pada tahun 2018 ketika bergabung dengan Mualaf Center Indonesia.

Sebelum memeluk Islam, Wendy Lofu adalah pemeluk agama Nasrani. Sebelumnya, dia juga pernah berpindah-pindah hingga 5 agama. Bahkan, dia pernah menjadi atheis hingga akhirnya meyakini Islam sebagai agama yang dianutnya.[viva]