Akademisi AS: Ungkapan Solidaritas Tidak Cukup, Dunia Muslim Harus Beri Dukungan Militer untuk Palestina
logo

19 Mei 2021

Akademisi AS: Ungkapan Solidaritas Tidak Cukup, Dunia Muslim Harus Beri Dukungan Militer untuk Palestina

Akademisi AS: Ungkapan Solidaritas Tidak Cukup, Dunia Muslim Harus Beri Dukungan Militer untuk Palestina


GELORA.CO - Seorang akademisi AS, Hatem Baizan, mengungkapkan bahwa seharusnya dunia Muslim memberikan dukungan militer kepada Palestina untuk membela diri, alih-alih hanya mengungkapkan solidaritas semata.

Hal itu disampaikan dosen di Departemen Studi Etnis Universitas California Berkeley itu saat diwawancarai oleh media Turki, Anadolu Agency.

"Dan (Israel) melepaskan kekuatan militernya pada orang-orang Palestina tanpa senjata sama sekali," kata dosen itu, mencatat bahwa Palestina sedang menghadapi tentara terbesar keempat di dunia.

Dalam kritik terhadap dunia Islam, Baizan mengatakan negara-negara Muslim besar memiliki pesawat terbang, peluncur roket sebagai perlengkapan militer, namun tidak menggunakannya untuk membantu Palestina.

"Mereka menggunakannya untuk melawan Yaman. Mereka sama sekali tidak terlibat atau mendukung Palestina yang memerangi kolonialisme pemukim," kata akademisi itu.

"Dan saya pikir dunia Muslim harus diuji, dukungan emosional tidak cukup. Dan tidak cukup hanya turun ke jalan dan protes. Anda harus benar-benar terlibat dan melihat bagaimana Anda dapat mendukung Palestina," kata Baizan.

Ketegangan yang dimulai di Yerusalem Timur selama bulan suci Ramadhan, kini telah menyebar ke Gaza sebagai akibat serangan Israel terhadap jamaah di kompleks Masjid Al-Aqsa dan lingkungan Sheikh Jarrah.

Saat itu warga Palestina memprotes rencana penggusuran Israel atas Sheikh Jarrah, yang kemudian ditunda oleh pengadilan Israel.

Dalam serangan Israel yang sedang berlangsung di Jalur Gaza yang terkepung sejak Senin, setidaknya 213 warga Palestina telah tewas pada Selasa, termasuk 61 anak-anak, 36 wanita, dan 16 orang lanjut usia, menurut Kementerian Kesehatan Palestina yang berbasis di Gaza.

Sepuluh orang Israel juga tewas dalam tembakan roket Palestina dari Jalur Gaza ke Israel.

Terbaru, serangan roket Gaza juga menewaskan dua pekerja asing asal Thailand. []