Risma Harus Stop Umbar Gaya Marah-marah, Apalagi Marahnya ke Relawan Bencana

Risma Harus Stop Umbar Gaya Marah-marah, Apalagi Marahnya ke Relawan Bencana

Gelora News
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO - Gaya politik marah-marah Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini harus disudahi diumbar ke publik. Terlebih yang dimarah-marahi Risma ini ditujukan kepada para relawan bencana yang berjuang di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin, Rabu (7/4).

"Tidak bagus jika terus diumbar gaya marah-marah ke publik. Apalagi marah-marahnya ke para relawan," terang Ujang.

Dosen Universitas Al-Azhar Indonesia ini, menyarankan Risma lebih baik memberikan teladan ketimbang marah-marah kepada relawan yang sejak awal bekerja keras secara sukarela membantu masyarakat NTT yang tertimpa bencana.

"Yang bagus itu bukan marah-marah, tapi memberikan contoh yang baik dengan memberi keteladanan. Relawan juga sudah berjuang dengan keras membantu masyarakat yang terkena bencana," kata Ujang Komarudin.

Ujang Komarudin menilai bahwa gaya marah-marah mantan Walikota Surabaya itu sudah usang dan tidak menarik lagi jika untuk mendulang simpati publik.

"Gaya marah-marah harus distop, harus disudahi. Tak elok dilihat oleh masyarakat," demikian Ujang Komarudin seperti dkutip Kantor Berita RMOLBanten.

Diberitakan sebelumnya, Mensos Risma dikabarkan kembali marah-marah saat meninjau lokasi bencana banjir bandang di Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, Selasa (6/4).

Saat menuju ke posko bencana alam tersebut, Risma meninjau dapur umum yang disiapkan oleh pemerintah kabupaten setempat. Dia kemudian menegur petugas Tagana karena tidak bekerja.

"Kamu ini enggak ada kerja, hanya berdiri-berdiri saja," kata Risma kepada seorang anggota Tagana. []
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita