PGI Minta Praktik Doa Semua Agama di Acara Kemenag Dipikirkan Baik-baik

PGI Minta Praktik Doa Semua Agama di Acara Kemenag Dipikirkan Baik-baik

Gelora Media
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO -  Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas meminta doa semua agama dibacakan di acara-acara Kementerian Agama (Kemenag). Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) mengapresiasi ide Yaqut.

"Saya sangat mengapresiasi pernyataan Pak Menteri. Ini menunjukkan kepedulian beliau yang sejatinya memang melayani semua agama," ujar Ketum PGI, Gomar Gultom, saat dihubungi, Senin (5/4/2021) malam.

Namun, dia meminta praktik pembacaan doa dari semua agama itu dipikirkan baik-baik. Gomar menilai sudah ada protokol baku yang selama ini dipraktikkan oleh banyak pihak.

"Namun, praktiknya harus lah dipikirkan baik-baik. Sesungguhnya dalam berbagai kesempatan sudah ada semacam protokol yang baku, seseorang membacakan doa seraya meminta agar semua yang hadir berdoa menurut agama masing-masing," ujar Gomar.

Humas PGI Philip Situmorang mendukung ide Yaqut. Dia mengatakan pembacaan doa semua agama di acara-acara Kemenag menunjukkan perlakuan yang sama bagi tiap warga.

"Untuk acara-acara Kemenag, yang kami mendukung adanya hal tersebut sehingga kita semua warga negara sama diperlakukan," ujar Philip.

Sebelumnya, Menag Yaqut ingin semua agama yang diakui di Indonesia mendapatkan kesempatan yang sama. Menag mengingatkan bahwa Kementerian Agama bukan ormas Islam.

"Pagi hari ini saya senang rakernas dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an ini memberikan pencerahan sekaligus penyegaran untuk kita semua. Tapi akan lebih indah lagi jika doanya semua agama diberikan kesempatan untuk memulai doa," kata Yaqut saat memberikan sambutan dalam rapat kerja nasional (rakernas) Kemenag 2021, Senin (5/4).


"Jadi jangan ini kesannya kita ini sedang rapat ormas Kementerian Agama, ormas Islam Kementerian Agama, tidak. Kita ini sedang melaksanakan rakernas Kementerian Agama yang di dalamnya bukan hanya urusan agama Islam saja," ucap Yaqut.(dtk)
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita