Video Gus Dur soal Pelaku Bom, Alissa Wahid: Konteksnya Beda, Dulu Aparat Bisa Lakukan Rekayasa

Video Gus Dur soal Pelaku Bom, Alissa Wahid: Konteksnya Beda, Dulu Aparat Bisa Lakukan Rekayasa

Gelora News
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO - Belakangan ini, wawancara lama Gus Dur terkait terorisme kembali disoroti di media sosial.

Bahkan, Nur Hidayat Wahid, Wakil MPR RI dan politisi PKS sempat membagikan cuitan yang mengunggah video tersebut di Twitter-nya.

Dalam wawancara itu, Gus Dur menyebut bahwa pelaku pengeboman bisa saja adalah aparat dalam negeri, entah kepolisian atau tentara.

Ucapan Gus Dur itu lalu dikait-kaitkan dengan peristiwa bom bunuh diri yang baru saja terjadi di depan Gereja Katedral Makassar.

Akibatnya, beberapa pihak pun terbelah soal ucapan Gus Dur tersebut. Ada yang mengatakan masuh relevan dan ada yang bilang tidak.

Alissa Wahid, putri Gus Dur pun buka suara soal ucapan almarhum ayahnya tersebut.

Menurut Alissa, konteks ucapan Gus Dur telah berbeda dan tidak benar jika digunakan untuk menilai aksi pengeboman saat ini.

Terlebih, saat itu, Gus Dur sedang bicara soal Bom Bali yang memang sudah sangat lama terjadi.

“Konteksnya sudah beda. Misleading kalau gunakan video #GusDur tentang Bali Bombing untuk saat ini,” kata @AlissaWahid pada Selasa, 30 Maret 2021.

Lebih lanjut, Alissa menjelaskan bahwa Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) dulu sangat berkuasa sehingga dapat melakukan berbagai hal termasuk rekayasa.

Menurutnya, masalah tersebutlah yang membuat Gus Dur memisahkan ABRI menjadi TNI dan Polri.

Adapun konteksnya saat ini, kata Alissa, serangan bom justru sering dilakukan ke markas Polri, pos militer, dan rumah-rumah ibadah.

“Jangan lupa, dulu konteksnya 32 tahun dg angkatan bersenjata yg bisa lakukan segalanya, juga rekayasa. Justru itu alasan #GusDur memisahkan ABRI jadi TNI & Polri,” kata Alissa.

“Konteks sekarang, aksi-aksi jaringan teroris termasuk JAD lebih banyak ke markas/pos militer dan polisi, selain ke rumah ibadah,” lanjutnya. (*)
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita