Sebut Ada Hostile Takeover Demokrat, RR: Partai Keluarga Sulit Dapat Loyalitas Tanpa Fulus
logo

7 Maret 2021

Sebut Ada Hostile Takeover Demokrat, RR: Partai Keluarga Sulit Dapat Loyalitas Tanpa Fulus

Sebut Ada Hostile Takeover Demokrat, RR: Partai Keluarga Sulit Dapat Loyalitas Tanpa Fulus


GELORA.CO - Ekonomi senior Rizal Ramli ikut berbicara soal kemelut yang terjadi pada Partai Demokrat beberapa hari terakhir ini.

Seperti diketahui, pecatan Partai Demokrat Jhoni Allen Marbun memotori Kongres Luar Biasa (KLB) di Sumatera Utara. Kongres tersebut menetapkan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menjadi Ketua Umum Partai Demokrat.

Padahal saat ini jabatan Ketua Umum masih diduduki oleh Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), putra sulung Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Rizal Ramlu mengaku prihatin dengan nasib yang menimpa partai berlambang bintang mercy tersebut.

Mantan Menteri Koordinator Bidang Maritim ini menyebutkan, telah terjadi pengambilalihan secara paksa (hostile takeover) partai besutan SBY itu.

Menurut Bang RR, sapaan Rizal Ramli, memang kebanyakan partai saat ini telah dikelola secara tidak demokratis.

“Kebanyakan Partai2 dikelola tidak demokratis, bagaikan partai keluarga (CV, bukan PT, apalagi demokratis),” ujarnya melalui akun Twitter pribadinya, @RamliRizal yang diunggah di Jakarta, Sabtu 6 Maret 2021.

Dia mengatakan bahwa semangat oligarkhi dalam pengelolaan partai politik saat ini juga ditunjukkan dari adanya aturan bahwa Ketua Umum Partai Politik bisa me-recall anggota DPR – yang seharusnya dilakukan oleh rakyat- karena rakyatlah yang memilih anggota DPR tersebut.

“Oligarki itu diperkuat dgn aturan Ketum bisa recall anggota DPR (harusnya yg recall pemilih),” ujarnya.

Menurut Rizal Ramli, loyalitas terhadap partai keluarga akan sulit tercapai tanpa adanya fulus atau uang.

“Partai keluarga sulit untuk mendapatkan loyalitas tanpa fulus. Quo vadis ?,” ujarnya.***
close
Subscribe