Isu Puan-Moeldoko di Pilpres 2024, Demokrat: Apa Mau 'Dibegal' Juga?
logo

29 Maret 2021

Isu Puan-Moeldoko di Pilpres 2024, Demokrat: Apa Mau 'Dibegal' Juga?

Isu Puan-Moeldoko di Pilpres 2024, Demokrat: Apa Mau 'Dibegal' Juga?


GELORA.CO - Politisi Partai Demokrat, Yan A Harahap menanggapi sebuah kabar mengenai Ketua DPR RI, Puan Maharani dan KSP Moeldoko akan menjadi Capres-Cawapres di Pilpres 2024 mendatang.

Sebelumnya, Politisi PDIP Effendi Simbolon, menuturkan bahwa dirinya menyetujui Puan Maharani untuk dicalonkan menjadi Presiden pada Pemilihan presiden atau Pilpres di 2024.

Hanya saja, Yan A Harahap tidak mendukung bahkan menolak jika Puan Maharani dipasangkan dengan KSP Moeldoko.

Effendi Simbolon pun memastikan dengan tegas bahwa kabar Puan Maharani-Moeldoko akan maju di Pilpres 2024 adalah kabar bohong atau hoaks.

Maka, akhirnya Deputi Balitbang DPP Partai Demokrat, Yan A Harahap menanggapi melalui akun Twitter pribadinya @YanHarahap, pada Minggu, 28 Maret 2021.

Nampak heran, Yan A Harahap mempertanyakan Puan Maharani yang berpasangan dengan sosok yang ia sebut 'pembegal' partai orang.

"Masak berpasangan sama ‘pembegal partai orang’? Apa mau ‘dibegal’ juga?" ujar Yan Harahap, sebagaimana yang dikutip pada Minggu, 28 Maret 2021.

Sebagai informasi, bahwa telah beredar sebuah poster yang bertuliskan "Deklarasi dan Dukungan Capres-Cawapres 2024 Puan Maharani-Moeldoko".

Sebagaimana tertulis dalam poster tersebut, dukungan terhadap pasangan Capres-Cawapres 2024 tersebut akan berlangsung di Hotel JW Marriott, Surabaya, pada Senin, 29 Maret 2021.

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Donny Gahral Adian pun pernah menanggapi akan kebenaran dari poster tersebut.

Donny menegaskan bahwa informasi dalam poster undangan deklarasi Capres-Cawapres 2024 itu adalah bohong atau hoaks.

"Tidak benar itu, bisa dipastikan tidak benar," kata Donny Gahral Adian.

Sama halnya dengan pernyataan Politikus senior Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hendrawan Supratikno.

"Itu jelas-jelas hoaks yang sengaja dibuat untuk mengganggu kewarasan kita," kata Hendrawan.***
close
Subscribe