Ibas soal KLB PD: Saya Masih Yakin Pemimpin Negeri Ini Punya Nurani

Ibas soal KLB PD: Saya Masih Yakin Pemimpin Negeri Ini Punya Nurani

Gelora Media
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO - Waketum Partai Demokrat (PD) Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas buka suara soal hajatan politik Kongres Luar Biasa (KLB) di Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut), yang digelar dan diklaim sepihak. Ibas meyakini pemimpin di Tanah Air punya nurani melihat pihak yang benar dan salah.

"Sebagai Anggota DPR RI yang telah terpilih tiga kali secara langsung, saya yakin negara akan tetap hadir dalam persoalan ini. Ya, saya masih yakin, negara hadir, pemimpin negeri ini punya nurani untuk melihat mana yang benar, mana yang salah," kata Ibas dalam keterangan tertulisnya yang dilihat Rabu (10/3/2021).

Hal disampaikan Ibas dalam rapat koordinasi Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Selasa (9/3). KLB Partai Demokrat di Deli Serdang, menurut Ibas, secara gamblang mencerminkan adanya segelintir politisi yang berupaya mencederai demokrasi.


"Saya masih percaya bahwa demokrasi itu sesungguhnya indah jika dilihat dan dilakukan semua melalui proses yang benar, beretika dan sesuai konstitusi. Kami sebagai anggota DPR terpilih dengan cara dan dalam kehidupan demokrasi, pemimpin negara pun demikian. Jadi tidak ada alasan bagi kita semua, termasuk pemerintah, untuk ikut terlibat atau mendukung dalam upaya-upaya merusak demokrasi," ujar Ketua Fraksi PD DPR RI ini.

Ibas berharap kebenaran dan keadilan akan tetap dijunjung di Indonesia. Ibas menyerukan selamatkan demokrasi melalui apa yang menimpa Partai Demokrat melalui KLB di Deli Serdang.

"Bagi kami sih, ada siang, ada malam. Tapi semangat kami tetap: ayo kita selamatkan demokrasi,'" ucapnya.

Selain itu, Ibas menilai masyarakat dan juga pemerintah bisa dengan mudah membedakan kegiatan atau proses demokrasi dengan aktivitas yang bersifat ilegal. KLB Demokrat, kata Ibas, cacat dan ilegal.

"Dari kacamata mana pun kita melihat dan menilai, kegiatan temu kader yang berujung KLB Deli Serdang itu ilegal dan cacat aturan konstitusi Partai Demokrat. Itu jelas dan terang. Karena itu, kepemimpinan PD yang sah masih tetap Ketum AHY. Anggota FPD tidak perlu ragu akan hal tersebut," katanya dengan suara lantang.

Putra kedua Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini mengingatkan agar anggota Fraksi Partai Demokrat DPR RI dan para pengurus partai di seluruh Tanah Air berada dalam komitmen bersama aspirasi rakyat.

Terus, perjuangkan aspirasi rakyat dan jalankan agenda perjuangan Partai Demokrat. Kita harus berjuang bersama," imbuhnya.

Kubu yang diklaim sebagai KLB Demokrat sebelumnya menyampaikan bahwa partai memiliki sifat terbuka sehingga siapapun bisa masuk menjadi kader. Salah satunya Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko yang disebut sebut memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA) PD.

"Dalam KLB disebut bahwa partai sifatnya terbuka, siapa saja bisa masuk, begitu masuk di situ diberi dia sebagai anggota yang sudah masuk menjadi kader," kata Ketua Badan Komunikasi PD versi KLB, Razman Arif Nasution, di Jakarta Selatan, Selasa (9/3).


Razman kemudian menyinggung proses AHY menjadi kader PD. Razman mengatakan AHY saat itu ditarik masuk ke partai saat masih menjadi tentara aktif dan sedang dalam menjalani pendidikan di Australia.

"Apa bedanya Agus Harimurti? Dia lagi pelatihan di Australi tentara aktif suruh maju datang ke Jakarta, kemudian berhenti jadi tentara, maju jadi calon gubernur, apa bedanya? Sama saja," ujarnya.(dtk)
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita