Abu Janda - Pigai Ketemuan, Gerakan Pemuda Melanesia: Kasus Rasisme Harus Tetap Diproses

Abu Janda - Pigai Ketemuan, Gerakan Pemuda Melanesia: Kasus Rasisme Harus Tetap Diproses

Gelora News
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO - Mantan Komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai bertemu dengan Permadi Arya alias Abu Janda di Fairmont Senayan, Jakarta Pusat pada Senin, 8 Februari 2021. Pertemuan difasilitasi oleh Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad yang juga Ketua Harian Partai Gerindra.

Dengan beredarnya foto pertemuan tersebut, Gerakan Pemuda Melanesia menyatakan, proses hukum rasisme Permadi Arya alias Abu Janda harus terus di jalankan. 

"Percuma punya aparat yang tidak bisa menegakkan hukum yang berlaku. Kalau tidak ditindak lanjuti lebih dalam, bisa-bisa semua orang berlaku rasis. Jangan biarkan seorang Abu Janda mempermainkan hukum", tegas Rovly A Rengirit.

Seperti yang di katakan Ketua KNPI Haris Pertama beberapa waktu lalu, "Kalau dari KNPI tetap lanjut ya, kan kita gak mewakili Natalius Pigai, kita mewakili kegelisahan masyarakat Papua, pemuda-pemuda Papua dan juga pemuda Indonesia yang melihat rasisme"

Gerakan Pemuda Melanesia juga mengatakan, "Kami Anak timur sangat mendukung dengan sikap yang diambil oleh Bung Haris dan kawan-kawan KNPI, kami tetap mendukung untuk tuntaskan kasus rasisme ini. Khususnya anak timur, Bung Haris adalah Tokoh Pemuda penyatuan Anak Bangsa saat ini. Bung Haris harus tetap maju pantang mundur. Sama ada saatnya sekecil apapun perjuangan menegakkan keadilan dan kebenaran pasti akan ada rintangan dan ganjalan nya", Ujar Rovly.

Abu Janda dan Pigai sendiri diketahui tengah menjadi sorotan publik. Bahkan Abu Janda sudah 2 kali dilaporkan ke Bareskrim Polri karena diduga berbuat rasisme ke Pigai. Tapi sampai sekarang belum juga ditahan. 

"Kasus Abu Janda harus transparansi dan adil. Hukum tidak boleh pandang bulu. Siapa dia, jabatan apa dan kelompok mana. Semoga Janji Kapolri “Tidak boleh lagi ada hukum hanya tajam ke bawah tapi tumpul ke atas” bisa di percayai masyarakat Indonesia", kata Rovly.

"Inshaa Allah kita akan mengawal penanganan kasus Abu Janda ini agar senantiasa berjalan di koridor hukum sesuai dengan fakta-fakta yang terjadi. Jangan biarkan orang rasis di negara ini. Kami mengutuk keras Abu Janda pemecah bela persatuan dan kesatuan", tegasnya. []
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita