Maman Imanulhaq: PKB Jelas Mendukung Pembubaran FPI
logo

8 Januari 2021

Maman Imanulhaq: PKB Jelas Mendukung Pembubaran FPI

Maman Imanulhaq: PKB Jelas Mendukung Pembubaran FPI


GELORA.CO - Sikap pemerintah membubarkan organisasi masyarakat Front Pembela Islam (FPI) sepenuhnya didukung oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dengan catatan harus dilakukan secara adil.

Wakil Sekretaris Dewan Syuro PKB, Maman Imanulhaq berpendapat, pada dasarnya langkah pembubaran FPI menandakan negara hadir dalam memberikan perlindungan kepada rakyat.

“Kami memahami sikap pemerintah dan mendukung agar pelarangan kegiatan FPI ini menjadikan sebuah isyarat megara hadir, untuk meberikan perlindungan dan menguatkan kembali identitas keagamaan kita sebagai kelompok agama miderat, ramah, dialog dan toleran,” ucap Maman dalam acara Rosi bertema 'Setelah FPI Dilarang', Kamis malam (7/1).

Mengenai euforia sejumlah kalangan yang gegap gempita dengan pembubaran FPI, ia menilai hal tersebut berlebihan. Pria yang akrab disebut Kang Maman ini mengatakan bahwa hal itu merupakan hal yang wajar.

“Ya saya rasa itu menjadi suatu yang wajar karena (seperti) Natal saja kita selalu noise soal haramnya Natal. Lalu ada penjagaan gereja dan sebagainya seolah-olah kita dalam keadaan mencekam. Tetapi sesungguhnya kita melihat negara kita sangat saling menghargai keragaman, menghormati keragaman,” katanya.

Meski mendukung pembubaran FPI, Kang Maman mengatakan bahwa PKB juga memberikan penekanan agar pemerintah berlaku adil terhadap para kader FPI.

"Kita harus adil terhadap FPI. Tidak boleh ketika dilarang, ada perampasan aset, ada bullying dan menjelekkan. PKB sikapnya jelas bahwa kita mendukung pemerintah (asalkan adil),” imbuhnya.

Alih-alih berpolemik, ia meminta agar para mantan kader FPI dapat kembali pada amar maruf nahi munkar yang sesuai dengan aturan.

“Kita juga mengajak eks FPI kembali belajar besama bagaiaman strategi amar maruf itu harus betul dengan cara yang maruf dan nahi munkar sesuai dengan koridor hukum, tidak melakukan kekerasan, termasuk diskriminasi dengan monoritas,” tandasnya.(RMOL)