Ini yang Dilakukan Pelaku Begal Sepeda Kolonel Marinir Selama Pelarian
logo

26 Januari 2021

Ini yang Dilakukan Pelaku Begal Sepeda Kolonel Marinir Selama Pelarian

Ini yang Dilakukan Pelaku Begal Sepeda Kolonel Marinir Selama Pelarian


GELORA.CO - Pria inisial NK (31), buron pelaku begal pesepeda Kolonel Marinir Pangestu Widiatmoko dibekuk setelah tiga bulan memburon.

Pelaku diketahui sempat membuat kelompok begal baru selama masa buronnya tersebut.

Kasat Reskrim Polres Jakarta Pusat AKBP Burhanuddin mengatakan, selama tiga bulan tersebut pelaku masih beberapa kali melakukan aksi begal sepeda dengan kelompok barunya tersebut.

"Jadi dia selama ini bersembunyi, tapi sekali-kali melakukan tindak pidana yang sama," kata Burhanuddin di Mapolres Jakarta Pusat, Jalan Garuda, Jakpus, Selasa (26/1/2021).

Menurut Burhanuddin, di kelompok barunya tersebut peran pelaku beragam mulai dari joki atau pengendara motor hingga eksekutor yang merampas barang milik korban yang diincar.

Burhanudin menambahkan, polisi hingga kini masih mendalami jaringan kelompok begal baru yang dimasuki oleh tersangka NK tersebut.

"Kelompok lainnya ini masih kita kejar," imbuh Burhanuddin.

Tersangka NK sendiri diketahui bukan pemain baru dalam aksi penjambretan. Pelaku merupakan residivis dari kasus serupa.

Bahkan untuk kejahatan yang dilakukannya sendiri, Burhanuddin mengatakan total ada 11 lokasi yang pernah menjadi sasaran pelaku dalam menjalankan aksinya. 11 lokasi itu tersebar mulai dari Jakarta hingga Tangerang Selatan.

Saat dihadirkan dalam konferensi pers yang digelar Polres Metro Jakarta Pusat, pelaku mengaku baru satu kali melakukan aksinya. Dia menyebut hanya menyasar para pesepeda.

"Saya melihat yang bersepeda yang terlihat lengah saya ambil, Pak," ujar NK.

Aksi begal sepeda yang dilakukan NK dan kawan-kawannya terjadi pada 26 Oktober 2020. Empat pelaku saat itu berboncengan motor mengikuti Kolonel Marinir Pangestu Widiatmoko.

Tiga tersangka sudah ditangkap polisi lebih dahulu. Dengan ditangkapnya NK ini menuntaskan pengejaran polisi terhadap para pelaku.(dtk)