Ini Kronologi Dua Kapal Tabrakan di Perairan Gresik
logo

23 Januari 2021

Ini Kronologi Dua Kapal Tabrakan di Perairan Gresik

Ini Kronologi Dua Kapal Tabrakan di Perairan Gresik


GELORA.CO - Dua kapal tabrakan di Perairan Gresik. Dua kapal itu yakni kapal motor (KM) Tanto Bersinar tugboat (TB) Mitra Jaya XIX yang menggandeng tongkang (TK) Makmur Abadi 5. Akibatnya, 5 ABK hilang dan 5 lainnya diselamatkan nelayan setempat.

Dirpolair Polda Jatim Kombes Arnapi menjelaskan kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 03.30 WIB. Sedangkan lokasinya di area Bouy 3 Perairan Gresik.

"Iya benar. Terjadi tadi pagi tadi sekitar pukul 03.30 WIB. Lokasinya di Bouy 3 sekitar 30 mil dari Karang Jamuang," jelas Arnapi kepada detikcom, Sabtu (23/1/2021).

Lalu bagaimana kronologi dua kapal tersebut tabrakan?

Arnapi menjelaskan, kapal TB Mitra Jaya XIX yang menggandeng kapal tongkang Makmur Abadi berangkat tanggal 11 Januari dari Pelabuhan Sungai Puting Kalimantan Selatan. Kapal bermuatan crude palm oil (CPO) itu akan menuju Pelabuhan Gresik.

"Dari Pelabuhan Sungai Puting Kalimantan Selatan dengan muatan CPO berangkat dengan tujuan Pelabuhan Gresik," jelas Arnapi.

Kronologi Tabrakan 2 Kapal di Perairan Gresik yang Hilangkan 5 ABK Foto: Istimewa

Namun saat melintas di Perairan area Bouy 3 atau sekitar 20 mil dari Karang Jamuang, kapal tersebut ditabrak KM Tanto Bersinar. Adapun KM Tanto diketahui berangkat dari Surabaya.

"Saat perjalanan berlayarnya pada hari Sabtu tanggal 23 Januari 2021 sekitar pukul 03.14 WIB, saat melintasi perairan area Bouy 3 tiba tiba ditabrak dari arah depan oleh KM Tanto Bersinar. Kapal ini berangkat dari Surabaya menuju tujuan pelayarannya," terangnya.

Arnapi menambahkan, akibat tabrakan itu, TB Mitra Jaya XIX sempat hilang kontak dan lambung tongkang Makmur Jaya mengalami robek dan bocor. Penyebab tabrakan sendiri saat ini masih diselidiki.


"Akibat tabrakan tersebut kapal TB Mitra Jaya XIX hilang kontak. Dan Tongkang Makmur Jaya 5 mengalami Robek pada lambung kiri sehingga menimbulkan kebocoran," tambahnya.

"Selanjutnya tongkang yang mengalami kemiringan dan bocor tersebut dievakuasi kapal lain milik perusahaan tersebut untuk dicarikan tempat yang aman. Penyebab kapal tabrakan masih dalam proses penyelidikan," tandas Arnapi.

Sementara tabrakan ini menyebabkan 5 ABK masih dalam pencarian dan 5 lainnya berhasil diselamatkan. Nama-nama korban yang masih dilaporkan hilang yakni:

1. Fatkhur (48)
2. Himawan CH (27)
3. Arif Maulana ( 47)
4. Ulil Amri (57)
5. Budiantoro (50)(dtk)