Gerindra Dukung Tindak Kelompok Intoleran, Munarman Kutip Hadits soal Keluarnya Dajjal
logo

2 Januari 2021

Gerindra Dukung Tindak Kelompok Intoleran, Munarman Kutip Hadits soal Keluarnya Dajjal

Gerindra Dukung Tindak Kelompok Intoleran, Munarman Kutip Hadits soal Keluarnya Dajjal



GELORA.CO - Deklarator Front Persatuan Islam, Munarman menanggapi isu yang berkembang saat ini. Salah satunya pernyataan Menko Polhukam Mahfud Md soal hukum alam dan Gerindra yang menyinggung kelompok intoleran.

Munarman memberikan pernyataan dengan mengutip hadis Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan Hakim. Hadis tersebut menjelaskan tentang orang jujur yang dianggap berbohong dan pengkhianat yang dianggap amanah.

"Akan tiba pada manusia tahun-tahun penuh kebohongan. Saat itu, orang bohong dianggap jujur. Orang jujur dianggap bohong. Pengkhianat dianggap amanah. Orang amanah dianggap pengkhianat. Ketika itu, 'Ruwaibidhah' berbicara. Ada yang bertanya, 'Siapa Ruwaibidhah itu?' Nabi menjawab, 'Orang bodoh yang mengurusi urusan orang umum' (HR. Hakim)," tulis Munarman melalui pesan singkat, Sabtu (2/1/2021).

Berikut isi lengkap pernyataan Munarman:

Ini tanggapan saya..

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam sudah mengingatkan :

سَيَأْتِيَ عَلَى الناَّسِ سَنَوَاتٌ خَدَّاعَاتٌ يُصَدَّقُ فِيْهَا الْكَاذِبُ وَيُكَذَّبُ فِيْهَا الصَّادِقُ وَيُؤْتَمَنُ فِيْهَا الْخَائِنُ وَيُخَوَّنُ فِيْهَا الأَمِيْنُ وَيَنْطِقُ فِيْهَا الرُّوَيْبِضَةُ قِيْلَ وَمَا الرُّوَيْبِضَةُ قَالَ الرَّجُلُ التَّافِهُ فِي أَمْرِ الْعَامَّةِ

"Akan tiba pada manusia tahun-tahun penuh kebohongan. Saat itu, orang bohong dianggap jujur. Orang jujur dianggap bohong. Pengkhianat dianggap amanah. Orang amanah dianggap pengkhianat. Ketika itu, "Ruwaibidhah" berbicara. Ada yang bertanya, "Siapa Ruwaibidhah itu?" Nabi menjawab, "Orang bodoh yang mengurusi urusan orang umum." (HR. Hakim)

Dalam teks lain disebutkan,

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ أَمَامَ الدَّجَّالِ سِنِينَ خَدَّاعَةً يُكَذَّبُ فِيهَا الصَّادِقُ وَيُصَدَّقُ فِيهَا الْكَاذِبُ وَيُخَوَّنُ فِيهَا الْأَمِينُ وَيُؤْتَمَنُ فِيهَا الْخَائِنُ وَيَتَكَلَّمُ فِيهَا الرُّوَيْبِضَةُ. قِيلَ: وَمَا الرُّوَيْبِضَةُ؟ قَالَ: الْفُوَيْسِقُ يَتَكَلَّمُ فِي أَمْرِ الْعَامَّةِ

"Sesungguhnya menjelang keluarnya Dajjal, ada tahun-tahun yang menipu. Di zaman itu orang yang jujur didustakan, para pendusta dianggap benar, para pengkhianat dipercaya, sementara orang-orang yang amanah dianggap pengkhianat. Pada zaman itu pula Ruwaibidhah banyak berbicara."

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam ditanya, "Apa itu Ruwaibidhah, wahai Rasulullah?"

Beliau kemudian menjawab,

الْفُوَيْسِقُ يَتَكَلَّمُ فِي أَمْرِ الْعَامَّةِ

"Orang yang sangat fasik (lagi hina), membicarakan perkara publik (masyarakat umum)."

Demikian jawaban saya

Front Persatuan Islam dideklarasikan oleh sejumlah eks anggota Front Pembela Islam. Menko Polhukam Mahfud Md berbicara pergantian nama organisasi dan hukum alam.

Deklarasi itu disampaikan melalui rilis tertulis. Front Persatuan Islam, yang dideklarasikan pada Rabu (30/12), mengklaim akan melanjutkan perjuangan membela agama.

"Bahwa kepada seluruh pengurus, anggota, dan simpatisan FRONT PEMBELA ISLAM di seluruh Indonesia dan mancanegara, untuk menghindari hal-hal yang tidak penting dan benturan dengan rezim zalim, maka dengan ini kami deklarasikan FRONT PERSATUAN ISLAM untuk melanjutkan perjuangan membela agama, bangsa, dan negara sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945," demikian kata Front Persatuan Islam, Rabu (30/12/2020).

Sementara itu, Gerindra menegaskan dukungan partainya terhadap kebijakan pemerintahan Jokowi untuk menjaga persatuan Indonesia. Simak di halaman berikutnya...

Saraswati mengatakan Gerindra mendukung kebijakan pemerintah untuk bersikap tegas kepada kelompok intoleran di Tanah Air. Sebab, kata dia, kelompok intoleran itu dapat membahayakan masa depan Indonesia.

"Partai Gerindra mendukung kebijakan yang diambil Presiden Jokowi untuk menjaga persatuan Indonesia dengan bersikap tegas pada kelompok intoleran yang membahayakan masa depan NKRI," kata Waketum Gerindra Rahayu Saraswati kepada wartawan, Jumat (1/1).

Menurut Saraswati, menjaga keutuhan itu bangsa bukan soal siapa yang berkuasa. Justru, kata dia, seluruh elemen bangsa harus bersatu untuk bangkit dari permasalahan pada 2020.

"Justru untuk bangkit dari permasalahan 2020, kita tidak membutuhkan pihak-pihak yang memecah belah, tapi saatnya kita menjaga persatuan bangsa," ucap Saraswati. (*)