Gempa Tremor dalam Erupsi Gunung Raung Meningkat
logo

28 Januari 2021

Gempa Tremor dalam Erupsi Gunung Raung Meningkat

Gempa Tremor dalam Erupsi Gunung Raung Meningkat


GELORA.CO - Gempa tremor dalam erupsi Gunung Raung terus meningkat. Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Raung mengamati, gempa tremor panjang terjadi hingga 30 menit.

Asap kelabu dan kecoklatan, pantulan cahaya api dan gemuruh juga terus terjadi di gunung setinggi 3.332 mdpl itu. Dalam data dari PPGA Raung selama 12 jam, tercatat gempa tremor nonharmonik meningkat secara signifikan. Pada Kamis (28/1/2021) pukul 00.00 hingga 06.00 WIB, gempa tremor tercatat 48 kali dengan amplitudo 2-15 mm dan durasi 74 hingga 1.780 detik.

Sementara pada pukul 06.00-12.00 WIB, gempa tremor nonharmonik turun menjadi 40 kali dengan amplitudo 3-10 mm dan durasi masih panjang sekitar 69-1.649 detik.

"Durasi tremor nonharmonik lebih panjang di hari sebelumnya. Bisa sampai 30 menit. Itu tidak terhenti. Kejadian sekitar pukul 01.57 WIB. Adapula yang 1.700 detik, 1.500 detik dan 1.400 detik," ujar Burhan Alethea, petugas PPGA Raung kepada detikcom.

Burhan mengakui, saat ini masih belum puncak erupsi Gunung Raung. Tremor nonharmonik yang meningkat ini terjadi karena masih ada letusan strombolian yang terus berlangsung. Oleh karena itu muncul asap kelabu dan kecoklatan di atas puncak gunung.

"Saat ini lebih tinggi mencapai 700 meter. Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna kelabu dan cokelat dengan intensitas sedang dan tinggi 200-700 meter di atas puncak kawah. Abu mengarah ke timur-tenggara-timur laut," tambahnya.

Sementara gemuruh terus terjadi hingga saat ini. Interval pun semakin dekat antara 5 sampai 10 menit.

"Terus ada gemuruh saat ini. Karena memang kondisi saat ini masih terus erupsi," jelasnya.

Pihaknya terus mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mendekati radius 2 kilometer dari puncak Gunung Raung. Sementara sebaran abu belum terjadi di permukiman penduduk.

"Radius 2 kilometer jangan sampai dimasuki. Karena berbahaya," tambahnya.

Badan Geologi pada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral RI menaikkan status Gunung Raung dari normal (level I) menjadi waspada (level II). Sebab Gunung Raung erupsi mulai Kamis (21/1) sekira pukul 00.33 WIB.(dtk)