Akhirnya Akui Kemenangan Joe Biden, Trump Ingin Peralihan Kekuasaan Yang Mulus

Akhirnya Akui Kemenangan Joe Biden, Trump Ingin Peralihan Kekuasaan Yang Mulus

Gelora Media
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akhirnya mengakui kemenangan Joe Biden dalam pilpres 2020, sehari setelah insiden kerusuhan di Capitol Hill.

Pengakuan itu disampaikan Trump melalui sebuah video berdurasi 2 menit 41 detik yang diunggah di akun Twitter-nya, @realDonaldTrump pada Kamis (7/1) waktu setempat.

Trump mengatakan, pemilihan yang intens dan penuh dengan emosi sudah berakhir. Untuk itu, Amerika harus tenang dan memulihkan diri.

Ia mengaku, berbagai upayanya untuk mengejar jalur hukum atas hasil pemilu dilakukan untuk memastikan integritas suara.

"Satu-satunya tujuan saya adalah memastikan integritas suara. Dengan melakukan itu, saya berjuang untuk mempertahankan demokrasi Amerika," kata Trump.

"Saya sangat yakin bahwa kita harus mereformasi UU pemilu untuk memverifikasi identitas dan kelayakan semua pemilih dan untuk memastikan keyakinan dan kepercayaan dalam semua pemilu mendatang," tambahnya.

Meski begitu, ia mengatakan, Kongres telah mengesahkan hasil pemilu pada Kamis dini hari waktu setempat dan pemerintahan baru akan diresmikan pada 20 Januari.

"Sekarang, Kongres telah mensertifikasi hasilnya. Pemerintahan baru akan diresmikan pada 20 Januari. Fokus saya sekarang beralih ke memastikan peralihan kekuasaan yang mulus, teratur, dan tanpa hambatan. Momen ini membutuhkan penyembuhan dan rekonsiliasi," tutur Trump.

Lebih lanjut, Trump menyampaikan apresiasi kepada para pendukungnya. Ia juga meminta seluruh warga Amerika bersatu.

"Kita harus merevitalisasi ikatan suci cinta dan kesetiaan, yang mengikat kita bersama sebagai satu keluarga nasional," ujarnya.

"Kepada rakyat, melayani Anda sebagai presiden adalah kehormatan seumur hidup saya. Dan kepada semua pendukung saya yang luar biasa. Saya tahu Anda kecewa, tetapi saya juga ingin Anda tahu bahwa perjalanan luar biasa kita baru saja dimulai," tambahnya.

Kerusuhan di Capitol Hill pada Rabu (6/1) terjadi ketika para pendukung Trump berusaha untuk menggagalkan Sidang Kongres untuk mensertifikasi kemenangan Biden.

Para pendukung Trump dilaporkan merangsek masuk ke gedung, bentrok dengan petugas, dan melakukan aksi kekerasan. Insiden itu membuat empat orang dilaporkan meninggal dunia.

Kerusuhan sendiri berhasil menghentikan sidang selama 8 jam, sebelum akhirnya dilanjutkan pada Rabu malam dan berakhir pada Kamis dini hari.[rmol]
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita