Usai Pilkada, Satgas Sebut Kasus Covid-19 Meningkat 12 Persen di Tingkat Nasional
logo

23 Desember 2020

Usai Pilkada, Satgas Sebut Kasus Covid-19 Meningkat 12 Persen di Tingkat Nasional

Usai Pilkada, Satgas Sebut Kasus Covid-19 Meningkat 12 Persen di Tingkat Nasional


GELORA.CO -  Kasus COVID-19 mengalami kenaikan usai Pilkada 2020. Namun belum diketahui apakah kenaikan kasus ini merupakan dampak dari Pilkada atau bukan. 

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito memaparkan data tren kenaikan kasus positif Covid-19 mingguan di Indonesia yang menunjukkan peningkatan sebesar 12,1 persen dari pekan sebelumnya.

Wiku menyebut peningkatan kasus itu diduga terkait tingkat kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan Covid-19.

"Perkembangan kasus positif Covid-19 mingguan memperlihatkan tren yang kurang baik. Terdapat kenaikan kasus sebesar 12,1 persen di tingkat nasional, dibandingkan minggu sebelumnya," kata Wiku dalam konferensi pers yang disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (22/12).

Wiku menyebut kenaikan kasus yang terjadi dalam sepekan terakhir atau pada periode 14-20 Desember didominasi oleh beberapa provinsi yang berturut-turut mengalami tren kenaikan kasus positif Covid-19 mingguan pada pekan sebelumnya.

Adapun dalam pekan ini, lima provinsi yang menunjukkan tren kenaikan kasus Covid-19 tertinggi, di antaranya adalah DKI Jakarta yang naik 2.073 kasus dalam sepekan. Sulawesi Selatan yang naik 933 kasus, Jawa Barat naik 801 kasus, Jawa Timur naik 442 kasus, dan Kalimantan Timur naik 390 kasus positif Covid-19.

"Kenaikan kasus positif pada Minggu ini didominasi oleh provinsi yang sama dengan minggu lalu, kecuali Papua yang sudah keluar dari lima besar penyumbang kenaikan kasus tertinggi," jelasnya.

Selain kasus positif Covid-19, Wiku juga menyebut terjadinya peningkatan sebesar tiga persen pada kasus kematian nasional. Senada, Wiku menyebut kenaikan ini terjadi karena masifnya penularan yang disebabkan turunnya kepatuhan warga terhadap protokol kesehatan.

Selain itu, kematian yang tinggi menurut Wiku menunjukkan bahwa fasilitas kesehatan di daerah tersebut belum cukup baik dalam menangani pasien. Adapun lima provinsi tersebut yakni Jawa Tengah, Jawa Timur, DKI Jakarta, Sumatera Barat, dan Lampung.

"Pemerintah daerah agar melakukan penanganan yang maksimal kepada para pasien untuk meningkatkan peluang kesembuhannya, sehingga dapat menekan angka kematian itu. Ingat, satu nyawa yang hilang sangatlah berharga," jelas Wiku.

Selanjutnya, Wiku pun meminta pemerintah daerah tetap aktif dan fokus melakukan upaya testing, tracing dan treatment (3T). Sementara masyarakat juga diharap tetap patuh dalam menjalankan 3M yang meliputi memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

Lebih lanjut, meskipun angka kasus positif dan kematian mengalami kenaikan dibandingkan pekan sebelumnya. Namun angka kesembuhan menurut Wiku, mengalami peningkatan sebesar 16,8 persen dari periode pekan lalu.

Lima provinsi yang mencatat kenaikan jumlah kasus sembuh di antaranya adalah DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jambi. Namun demikian, Wiku tetap meminta agar kenaikan kasus sembuh menjadikan masyarakat dan pemerintah daerah lengah dalam melakukan kolaborasi 3M dan 3T.

"Meskipun angka kesembuhan meningkat pada minggu ini, namun angka penularan juga masih tinggi, sehingga tidak berkontribusi secara signifikan dala, mengurangi jumlah kasus aktif," pungkas Wiku.

Sementara itu, perkembangan kasus corona secara nasional per Selasa (22/12) menunjukkan sebanyak 678.125 orang terkonfirmasi positif Covid-19. Dari jumlah itu, 552.722 orang dinyatakan telah pulih, 105.746 menjalani perawatan di RS dan isolasi mandiri, sementara 20.257 lainnya dinyatakan meninggal dunia. []