Klaim Hasil Uji Balistik Non-pabrikan, Polri Tak Fokus Cari Asal-usul Senpi Laskar FPI
logo

19 Desember 2020

Klaim Hasil Uji Balistik Non-pabrikan, Polri Tak Fokus Cari Asal-usul Senpi Laskar FPI

Klaim Hasil Uji Balistik Non-pabrikan, Polri Tak Fokus Cari Asal-usul Senpi Laskar FPI



GELORA.CO - Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigadir Jenderal Andi Rian, mengklaim bahwa penyidik telah menerima hasil uji balistik senjata api yang diduga milik laskar Front Pembela Islam (FPI) dari laboratorium forensik. Hasilnya, senpi tersebut merupakan non-pabrikan.

“Dari hasil pemeriksaan ahli balistik menyatakan bahwa senjata api yang digunakan laskar FPI menyerang petugas adalah senjata nonpabrikan,” kata Andi dikonfirmasi awak media, Sabtu, 19 Desember 2020.

Andi lebih jauh menuturkan, uji balistik ini hanya dilakukan di laboratorium forensik di Jakarta. Sebab senpi yang dimiliki oleh para pengawal Habib Rizieq Shihab tersebut merupakan standar organik.

“Jadi cukup di Jakarta saja. Tidak (ke luar negeri),” kata Andi.

Saat dikonfirmasi apakah pihak Polri telah mendapat informasi terkait asal usul senjata api milik pengawal Habib Rizieq itu, Andi enggan berkomentar banyak. Andi hanya menyebutkan bahwa polisi tak berfokus terhadap hal tersebut.

“Polisi tak berfokus mencari asal usulnya. Karena ini senjata non-pabrikan. Artinya keberadaan senjata api itu pun tidak jelas,” kata Andi.

Sebelumnya, Polisi mengklaim telah menyita 2 pucuk senjata api yang disebut digunakan laskar FPI untuk menyerang polisi dalam baku tembak di Kilometer 50 ruas Tol Jakarta-Cikampek, pukul 00.30 WIB, Senin 7 Desember 2020. Awalnya, dua senjata api itu disebut organik, namun terakhir polisi mengatakan senjata itu merupakan senpi rakitan.

Kapolda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Fadil Imran sebelumnya juga mengklaim, laskar FPI yang tewas saat mengawal Habib Rizieq sempat melepaskan tiga tembakan ke arah mobil rombongan anggota Polda Metro Jaya. Baku tembak di Tol Jakarta-Cikampek pun terjadi. Kepolisian lalu menyita dua unit senpi dengan 15 butir peluru yang diduga milik laskar khusus.

Senada itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Yusri menjelaskan jika senjata yang digunakan oleh kelompok laskar khusus adalah senjata rakitan. Senjata itu kemudian dilakukan uji balistik terlebih dahulu.

"Senjata api rakitan dengan peluru tajam 9 mm. Sekarang sedang mendalami semua, mengumpulkan bukti-bukti yang ada termasuk juga kita lakukan olah TKP, uji balistik," kata Yusri beberapa waktu lalu. (*)