Begini Komnas HAM Minta FPI Hadirkan 4 Laskar FPI yang Selamat dari Penembakan
logo

22 Desember 2020

Begini Komnas HAM Minta FPI Hadirkan 4 Laskar FPI yang Selamat dari Penembakan

Begini Komnas HAM Minta FPI Hadirkan 4 Laskar FPI yang Selamat dari Penembakan


GELORA.CO - Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia atau Komnas HAM Beka Ulung Hapsara meminta Front Pembela Islam (FPI) menghadirkan empat laskar FPI yang selamat dalam bentrok berujung penembakan di Tol Jakarta - Cikampek KM 50, Karawang, Jawa Barat.

Keempat anggota FPI yang selamat itu sampai saat ini belum diketahui kabarnya usai insiden penembakan. 

"Kami sudah menyampaikan ke teman-teman FPI untuk komitmen mereka menghadirkan saksi-saksi yang dibutuhkan oleh Komnas, baik yang empat orang itu dan saksi lain kalau memang FPI masih memiliki," ujar Beka di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin, 21 Desember 2020. 

Namun, Sekretaris Umum DPP FPI Munarman pernah membantah mengenai hal itu. Munarman mengatakan tak ada empat laskar lain yang kabur dari TKP penembakan. 

"Enggak ada, cuma enam itu saja (laskar FPI yang di lokasi penembakan)," ujar Munarman. 

Hari ini Komnas HAM melakukan pemeriksaan terhadap tiga mobil milik FPI dan penyidik. Mobil tersebut merupakan yang digunakan kedua kubu saat bentrokan 7 Desember 2020. 

Dalam proses pemeriksaan yang berlangsung sekitar satu jam tersebut, Komisioner Komnas HAM diawasi oleh penyidik Polda Metro Jaya. Turut hadir pula Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Tubagus Ade Hidayat dan wakilnya AKBP Jean Calvijn Simanjuntak, serta Dirtipidum Bareskrim Brigadir Jenderal Andi Rian R. 

Dari pantauan Tempo di lokasi, ketiga Komisioner Komnas HAM itu memeriksa tiga mobil secara merinci dari bagian luar hingga ke dalam. Choirul Anam berkali-kali memeriksa bekas peluru di tiga mobil polisi. 

Selain itu, mereka nampak mendokumentasikan seluruh temuan tersebut. Beberapa penyidik juga terlihat memberikan penjelasan soal bekas lecet dan peluru di badan mobil. 

Sebelum memeriksa mobil, Komnas HAM juga telah memeriksa Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Inspektur Jenderal Fadil Imran pada Senin, 14 Desember 2020. Ditemui seusai pemeriksaan, Fadil mengatakan akan memberi ruang bagi Komnas HAM untuk melakukan investigasi agar kasus penembakan ini menjadi akuntabel. 

Dia berujar, instansinya akan bersikap transparan untuk investigasi ini. "Kami akan memberikan fakta yang berbasis scientific crime investigation, kami tidak mau membangun narasi," kata Fadil. []
close
Subscribe REKAT TV