Viral Warga di Makassar Ngamuk Pakai Badik, Ternyata Ada Maling Kepergok
logo

9 November 2020

Viral Warga di Makassar Ngamuk Pakai Badik, Ternyata Ada Maling Kepergok

Viral Warga di Makassar Ngamuk Pakai Badik, Ternyata Ada Maling Kepergok


GELORA.CO - Viral di media sosial video sejumlah warga di Kota Makassar mengamuk menggunakan badik hingga melempar batu. Ternyata warga tersebut tengah memburu Mandra (37) yang kepergok maling di salah satu rumah warga.
"Warga berlarian begitu karena ada pencuri yang dia kejar," kata Kanit Reskrim Polsek Tamalanrea Iptu Muhalis saat dikonfirmasi, Senin (9/11/2020).

Peristiwa maling maling diburu warga pakai batu hingga badik tersebut terjadi di Jl Perintis Kemerdekaan, Tamalanrea, Makassar, Minggu (8/11). Di video viral, tampak massa memotong jalan raya demi mengejar maling yang berlindung ke sebuah minimarket.

Saat berhasil masuk ke minimarket, Mandra mengunci pintu minimarket dari dalam karena takut dihajar para warga. Beruntung warga menahan diri karena tak ingin ada perusakan minimarket.

"Sabar-sabar, awas ada kaca (kaca pintu minimarket)," imbau salah seorang warga.


Polisi yang mengetahui peristiwa ini lantas turun tangan ke lokasi kejadian hingga dapat mengevakuasi Mandra. Kepada polisi, Mandra mengakui aksinya menyatroni rumah seorang warga yang sedang tertidur lalu mengambil sebuah handphone jenis Samsung Note 9.

"Namun pada saat tersebut korban terbangun sehingga mengejar pelaku sambil berteriak meminta tolong," tutur Iptu Muhalis.


"Sepeda motor yang dikendarai pelaku jatuh karena ditendang sama korban," katanya.


Kini, Mandra ditahan di Polsek Tamalanrea. Barang bukti seperti sepeda motor, televisi, obeng, handphone hingga sebilah badik yang ternyata dibawa Mandra saat dikejar oleh warga berhasil diamankan.


Polisi juga menyebut bahwa Mandra ternyata merupakan spesialis pencurian di rumah warga serta sejumlah indekos yang selama ini kerap beraksi di wilayah Tamalanrea. Mandra disebut memiliki 12 laporan polisi.

"Jadi modus pelaku sama, yakni masuk ke dalam rumah atau kamar korban antara sekitar pukul 05.00 Wita sampai dengan pukul 07.30 Wita Jadi dia beraksi subuh sampai pagi hari," pungkas Iptu Muhalis.(dtk)