Sindiran Ustadz Tengku: Pemuda Disuruh Jadi Petani, Anak dan Mantunya Diusung Jadi Walikota
logo

6 November 2020

Sindiran Ustadz Tengku: Pemuda Disuruh Jadi Petani, Anak dan Mantunya Diusung Jadi Walikota

Sindiran Ustadz Tengku: Pemuda Disuruh Jadi Petani, Anak dan Mantunya Diusung Jadi Walikota


GELORA.CO - Wakil Sekjend Majelis Ulama Indonesia, Tengku Zulkarnain kembali melontarkan sindiran pedas tentang kiprah anak dan menantu presiden yang maju sebagai calon walikota pada pilkada serentak tahun ini.

Seperti diketahui, anak presiden, Gibran Rakabuming Raka, menjadi calon walikota Solo.

Sedangkan menantu Joko Widodo, Bobby Nasution, maju dalam konstestasi pemilihan walikota Solo.

Selain itu, Tengku Zul juga menyindir soal statemen terkait pernyataan untuk tidak malu menjadi petani.

"Para Pemuda diminta Sekolah sungguh-sungguh. Diancam jika ikut demo. Setelah tamat dianjurkan jadi Petani. Mesti syukur jika bisa jadi Tukang Ojek. Sementara Anak dan Mantu mereka rame-rame diusung jadi Walikota dan Bupati. Soal sekolahnya? And Kowe Tidak Perlu Tahu...! Smart?," tulisnya di akun Twitternya, Jumat (6/11/2020).

Tengku Zul dikenal kritis terhadap kebijakan pemerintah.

Sebelumnya, dia juga mengkritisi Undang-undang Omnibus Law yang diteken Presiden Jokowi yang ternyata masih terdapat kesalahan.

"Apakah ada Presiden di dunia ini yang menandatangani Undang Undang yg banyak salah ketiknya...? Sanksi apa yang sepatutnya diterimanya? Monggo dijawab...," tulis Tengku Zul.

Seperti diketahui, beberapa saat lalu, Presiden Joko Widodo mengungkapkan harapannya agar para anak muda tidak lagi malu dan gengsi untuk menjadi petani. 

Ia optimistis dengan semakin banyak anak muda menjadi petani, Indonesia dapat terbebas dari impor pangan.

Sebaliknya, menurut Jokowi, Indonesia berpotensi akan menjadi pengekspor dan memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri. 

Saya berharap keberadaan forum petani organik muda ini dapat mengajak lebih banyak anak-anak muda untuk kembali bertani, tidak malu, tidak gengsi. Tapi sebaliknya, bangga dan bersemangat karena menjadi petani itu mulia," kata Jokowi dalam forum petani muda organik yang disiarkan langsung secara daring, Kamis (29/10)

Presiden menjelaskan,  pertanian organik adalah masa depan yang memiliki peluang besar dalam pasar industri. Di tengah tren hidup back to nature (kembali ke alam), Jokowi beranggapan bahwa masyarakat saat ini mulai peduli pada kesehatan.

Oleh sebab itu, menurut Jokowi, inovasi pada sektor pertanian akan menjadi pilar penting pada pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Hal tersebut dapat dilakukan antara lain dengan terus melakukan inovasi pada seluruh proses industri pertanian. Mulai dari produksi hingga pasca panen; mulai proses penanaman, pemeliharaan, hingga pengolahan; dari branding, packaging, hingga pemasaran.

"Dengan pengolahan pertanian secara modern, saya harapkan pertanian dapat tumbuh sebagai pilar penting pertumbuhan ekonomi Indonesia. Pertanian akan semakin maju. Masyarakat akan semakin lebih sejahtera," katanya.

Dalam kesempatan sama, Jokowi juga mengungkapkan harapannya agar anak muda terus melakukan inovasi, terutama di industri pertanian. Ia berharap agar minat menjadi petani dapat meluas di kalangan anak muda untuk sehingga regenerasi petani terus ada.

Meski demikian, ia tetap mengingatkan agar petani juga tetap peduli lingkungan dan dapat menciptakan lapangan kerja.

"Saya percaya apa yang dilakukan para petani muda organik ini bisa bergulir dengan cepat. Memunculkan berbagai inisiatif di kalangan anak-anak muda. Meluaskan minat menjadi petani, dan mendorong regenerasi petani Indonesia," kata Jokowi.[]