Rekan Separtai Pun Mengejek saat Trump Terus-terusan Merengek

Rekan Separtai Pun Mengejek saat Trump Terus-terusan Merengek

Gelora Media
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mendapat kritikan dari rekan-rekan separtainya. Trump dikritik setelah terus-terusan merengek soal tuduhan kecurangan di pilpres AS.
Beberapa politikus Republik mengkritik Trump yang menuduh adanya kecurangan dalam pilpres AS 2020 dan mengklaim menang secara sepihak.

Seperti dilansir Associated Press, Jumat (6/11/2020), Senator Florida, Marco Rubio, dari Partai Republik tidak menyebut langsung nama Trump tapi mengkritik tuduhan soal penipuan dalam pilpres. Diketahui bahwa Trump melontarkan tuduhan-tuduhannya tanpa memberikan bukti yang jelas.



Ditegaskan Rubio bahwa jika ada kandidat yang meyakini 'negara bagian melanggar undang-undang pemilu, mereka memiliki hak untuk menggugatnya di pengadilan dan memberikan bukti untuk mendukung klaim mereka'.

"Memakan waktu berhari-hari untuk menghitung suara yang diberikan secara sah BUKAN kecurangan. Dan gugatan hukum terhadap perolehan suara setelah batas waktu yang sah untuk pemungutan suara BUKANLAH penekanan," tegas Rubio dalam komentarnya.

Pensiunan Senator Republikan, Jeff Flake, memberikan komentar lebih terus terang. "Tidak ada Republikan yang seharusnya setuju dengan pernyataan Presiden baru saja. Tidak bisa diterima. Titik," ucapnya.

Gubernur Maryland, Larry Hogan, dari Partai Republik secara tegas juga menyebut pernyataan Trump merusak proses demokrasi. Hogan yang kerap mengkritik Trump ini disebut sebagai capres potensial untuk tahun 2024 mendatang.

"Tidak ada pembelaan atas komentar Presiden malam ini yang merusak proses demokratis kita. Amerika sedang menghitung suara, dan kita harus menghormati hasilnya seperti yang selalu kita lakukan sebelumnya," cetusnya.

"Tidak ada pemilu atau orang yang lebih penting daripada demokrasi kita," tegas Hogan.

Senator Utah, Mitt Romney, dari Partai Republik tidak menyebut langsung Trump dalam komentarnya. Namun dia berupaya memberikan penjelasan dengan menyatakan proses penghitungan suara seringkali 'lama' dan 'membuat frustrasi'.


Tuduhan Curang

Dalam pidato terbaru pada Kamis (5/11) malam waktu AS, Trump mengklaim dirinya akan menang mudah jika suara sah yang dihitung.


"Jika Anda menghitung suara sah, saya menang dengan mudah," klaim Trump dalam pidato terbarunya di Gedung Putih, seperti dilansir CNN dan ABC News, Jumat (6/11/2020).

"Jika Anda menghitung suara ilegal, mereka bisa berupaya mencuri pemilu dari kita," imbuhnya.

 penghitungan surat suara via pos (mail-in ballots) yang masih berlangsung di beberapa negara bagian. Diketahui bahwa jumlah surat suara via pos melonjak drastis dengan adanya kekhawatiran akibat pandemi virus Corona (COVID-19), yang membuat banyak warga AS enggan memberikan suara secara langsung di tempat pemungutan suara.

Trump mengatakan dia telah menganjurkan penghentian penghitungan "suara yang datang terlambat," dan kembali mengklaim bahwa dirinya telah meraih kemenangan besar.

"Saya telah memenangkan banyak negara-negara bagian penting, termasuk kemenangan besar," klaimnya.(dtk)
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita