HRS Pulang, Kapitra Ampera Sebut Ada Pihak yang Khawatir karena Rawan Terjadi Konflik
logo

11 November 2020

HRS Pulang, Kapitra Ampera Sebut Ada Pihak yang Khawatir karena Rawan Terjadi Konflik

HRS Pulang, Kapitra Ampera Sebut Ada Pihak yang Khawatir karena Rawan Terjadi Konflik


GELORA.CO - Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Shihab telah tiba di Indonesia, Selasa (10/11/2020) pukul 09.00 WIB.

Rizieq Shihab menggunakan maskapai Saudi Arabian Airlines dengan nomor penerbangan SV 816.

Mantan pengacara Rizieq Shihab yang kini menjadi politis PDI-P, Kapitra Ampera berharap kepulangan Rizieq Shihab ini bisa membawa kerukunan di masyarakat Indonesia.

Ketika ditanya mengenai status kasus Rizieq Shihab, Kapitra enggan menjawab karena ia menghormati mantan kliennya tersebut.

"Saya tidak mau bicara soal kasus hukumya karena tidak etis karena saya pernah menjadi pengacaranya Habib Rizieq," ungkapnya dilansir dari YouTube Kompas TV, Rabu (11/11/2020).

Namun Kapitra juga mengingatkan bahwa tidak semua pihak senang dengan kepulangan Imam besar FPI ini.

Menurutnya pihak-pihak yang tidak senang ini khawatir dengan beberapa kejadian dan konflik dapat terulang.

"Saya ingin mewakili banyak suara di luar bahwa banyak orang senang dengan kepulangan Habib Rizieq tapi ada juga yang khawatir akan terjadi lagi konflik-konflik yang terus menerus yang tidak pernah selesai."

"Ada juga ketakutan orang bahwa negeri ini tidak pernah keluar dari permasalahan identitas dan permasalahan politik," ujarnya.

Mengenai revolusi akhlak yang digaungkan Rizieq Shihab, Kapitra setuju dengan hal itu dan berharap bisa memberikan dampak positif ke masyarakat dan pemerintah.

"Saya punya keyakinan bahwa sudah ada rencana revolusi akhlak ini menjadi jembatan antar umat dan ulama dan umat dan umara menjadi optimis saya," imbuhnya.

Dengan revolusi akhlak ini ia berharap Rizieq Shihab dan pengikutnya bisa tetap mengkritik pemerintah tapi dengan cara yang baik.

"Kritik koreksi itu menjadi hak warga negara. Tapi fitnah bukan justifikasi negara. Tidak ada undang-undang yang memperbolehkan itu. Kritik itu tidak harus disampaikan dengan keras mungkin bisa dengan lemah lembut," ungkap pria 54 tahun ini.

Ia juga berharap Rizieq Shihab bisa menjadi tokoh terdepan dalam membangun kerukunan di Indonesia.

"Saya menginginkan kepulangan Habib Rizieq beliau bisa menjadi milik masyarakat Indonesia, beliau bisa menjadi garda terdepan terhadap kerukunan Indonesia."

"Kita berharap semua itu akan menjadi pencerahan terhadap bangsa ini dimulai dari pencerahan Habib Rizieq kepada keluarga dan kelompok sehingga tidak ada yang dikhawatirkan lagi oleh semua pihak. Semua yang sudah terjadi dimasa lalu jadikanlah sejarah," ujarnya. (*)