Habib Rizieq Dijemput Jutaan Orang, Babeh Haikal : Pertama dalam Sejarah Indonesia
logo

10 November 2020

Habib Rizieq Dijemput Jutaan Orang, Babeh Haikal : Pertama dalam Sejarah Indonesia

Habib Rizieq Dijemput Jutaan Orang, Babeh Haikal : Pertama dalam Sejarah Indonesia


GELORA.CO - Juru Bicara Persaudaraan Alumni (PA) 212, Haikal Hassan mengklaim ada jutaan umat manusia yang menjemput Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab, di Bandara Soekarno Hatta (Soetta), Cengkareng, pagi tadi.

Babeh Haikal, sapaan karib Haikal Hassan mengatakan, peristiwa itu merupakan pertama dalam sejarah Indonesia. Ia mengatakan, bahwa Habib Rizieq merupakan satu-satunya tokoh yang dijemput oleh jutaan umat tanpa biaya dan instruksi dari siapapun.

"Pertama dalam sejarah Indonesia, satu-satunya tokoh di Indonesia yang dijemput jutaan umat dengan biaya sendiri di bandara tanpa instruksi siapapun. Beliau Imam Besar HRS (Habib Rizieq Shihab)," kata Babeh Haikal kepada Okezone, Selasa (10/11/2020).

Spanduk Sambutan Habib Rizieq Terpasang di Jalan Menuju Ponpes Megamendung

Haikal Hassan merupakan salah satu orang yang ikut menyambut langsung kedatangan Habib Rizieq Shihab di Bandara Soekarno Hatta (Soetta) Cengkareng. Bahkan, Haikal Hassan sempat terekam kamera berpelukan dengan Habib Rizieq, setibanya di Bandara Soekarno Hatta.

Pelukan keduanya tampak penuh haru diiringi dengan berbagai salawat dari para simpatisan Habib Rizieq yang menunggu sejak dini hari. Haikal mengatakan bahwa Habib Rizieq dalam kondisi sehat setibanya di Indonesia. "Beliau sehat," singkatnya.

Sekadar informasi, Habib Rizieq akhirnya diizinkan pulang ke Indonesia setelah melobi pemerintah Arab Saudi karena permasalahan keimigrasiannya. Ia tercatat meninggalkan Indonesia dan menetap di Arab Saudi sudah sekira 3,5 tahun.

Habib Rizieq kembali dari Arab Saudi pada 9 November 2020. Ia kemudian tiba di Indonesia melalui Bandara Soekarno Hatta (Soetta), Cengkareng, pada pagi tadi. Saat ini, Habib Rizieq sudah berada di Markas FPI, Petamburan, Jakarta Pusat. (*)