Habib Rizieq Dicurhati Buruh Bantu Hapus UU Cipta Kerja, Akankah FPI Bergerak ?

Habib Rizieq Dicurhati Buruh Bantu Hapus UU Cipta Kerja, Akankah FPI Bergerak ?

Gelora News
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO - Sosok aktivis buruh Iyut VB menjadi sorotan setelah videonya berbicara dalam sebuah pertemuan di kediaman Habib Rizieq Shihab di Petamburan, Jakarta Pusat, viral di media sosial.

Iyut selama ini dikenal sebagai aktivis buruh beragama protestan. Meski demikian, dia kerap turut melawan gerakan Islamphobia yang akhir-akhir ini mencuat.

Iyut, dalam akun Twitternya, bercerita bahwa ia awalnya tidak tahu akan diajak ke kediaman Habib Rizieq.

Ia pun kaget ketika mengetahui bahwa ternyata ia diajak untuk bersilaturahim ke kediaman Habib Rizieq.

Iyut sempat merasa minder lantaran dirinya berpakaian berbeda dengan orang-orang lain. 

Apalagi, ia merasa sebagai bukan orang beragama Islam.

Ia memilih duduk di barisan belakang bahkan sempat keluar ruangan.

"Sempat bingung tadi diajakin pergi dan gak bilang mau dibawa ke mana. Tiba-tiba dibawa ke Petamburan bersilaturahmi kepada HRS bersama orang-orang hebat dari PKS. Sempat duduk di bagian belakang dan keluar ruangan karna sadar diri sebagai kafir. Lalu diminta ke barisan terdepan," ucap Iyut dari akun Twitternya.

Awalnya semua berjalan biasa saja. Iyut hanya menyimak sejumlah tokoh, termasuk Habib Rizieq, mennyampaikan sejumlah pandangan.

Tetapi Iyut kemudian terkejut ketika dirinya diminta untuk berbicara.

Pada momentum itu, Iyut mengaku sempat gugup.

"Sama sekali gak kepikiran diminta berbicara jadi banyak kegugupan sampe berkali-kali saya bilang "Pak Habib" saking gak siap nerima sikap sehumble itu. Pengalaman berbicara saya selama ini langsung kandas-ambyar di hadapan karisma dan sikap humble HRS.," terang Iyut. dilansir dari video yang diunggah pada akun YouTube Front TV

Ada sejumlah hal yang disampaikan Iyut pada kesempatan itu.

Salah satunya soal islamophobia. Iyut mengaku dulunya ia sebagai salah satu pioneer Islamophobia khususnya di Twiter.

Namun, belakangan ia paham bahwa Islamophobia adalah tindakan yang tidak benar.

Ia juga beberapa kali menyampaikan di akun Twitternya, tentang keprhatinannya terhadap 'serangan-serangan' atau tindakan menyudutkan terhadap Ummat Islam.

Di depan Habib Rizieq, Iyut juga meminta dukungan kepada FPI untuk berjuang bersama-sama menuntut pencabutan Undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja yang sudah diteken Presiden Joko Widodo.

"Singkatnya, ada 4 poin yg saya sampaikan, bahwa: 1. Saya pernah ke FPI saat 'Fahira pingsan' 2. Salah satu anggota serikat kami menamai anaknya yakni Jose Rizal karna pernah dibantu oleh Alm 3. Saya pionir Islamphobia di twitter 4. Minta FPI untuk perjuangkan cabut UU Cilaka," ungkap Iyut.

Gerakan yang benar-benar tidak bisa ditutup oleh suatu rezim adalah kejadian yang dimana munculnya 212.

Iyut pun berharap dengan kedatangan habib Rizieq Syihab ke Indonesia membawa suasana baik meskipun saat kedatangan beliau saat ingin ditayangkan di ILC mendapatkan tekanan.

Dan menurut Iyut saat Habib Rizieq kembali ke Indonesia adalah suatu penyambutan yang sangat spektakuler.

Iyut juga menyampaikan bahwa kebijakan Omnibus Law adalah suatu Undang-undang yang sangat mendzolimi para buruh dan sangat jahat kedepannya.

Dalam kesempatan ini pun Iyut meminta bantuan kepada Habib Muhammad Rizieq bin Husein bin syihab agar FPI bisa membantu dalam perjuangan mencabut Undang-undang Omnibus Law.

"Saya berharap kehadiran Habib Rizieq Syihab dapat menjadi suatu momentum persatuan antara massa Islam, massa tengah dan massa kiri." ujar Iyut.***
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita