Diduga Cabuuli Siswi SMA, Pendeta Kabur, Keluarga Korban Geruduk Polsek
logo

12 November 2020

Diduga Cabuuli Siswi SMA, Pendeta Kabur, Keluarga Korban Geruduk Polsek

Diduga Cabuuli Siswi SMA, Pendeta Kabur, Keluarga Korban Geruduk Polsek


GELORA.CO - Es, wanita warga Tanjunguncang, Batuaji ini tak menyangka kalau putrinya akan menjadi korban pencabulan. Bahkan pelaku berinisial Nps itu adalah orang yang sangat dekat dengan korban. Pelaku merupakan pemuka agama yang melayani jemaat gereja di kawasan Tanjunguncang.

Kejadian pencabulan itu bermula ketika korban berinisia SS sering bertemu dengan pelaku. Tapi hal ini dianggap wajar karena pelaku merupakan seorang pelayan gereja, sedangkan SS merupakan jemaatnya.

“Orang tua korban tidak berpikir buruk kepada Nps. Sebab Nps merupakan pelayan di gereja tempat mereka beribadah,” kata Marulak J Simanjuntak, Kuasa hukum dari keluarga korban.

Marulak J Simanjuntak melanjutkan, pada Februari 2020 lalu, SS masih sering datang ke gereja. Bahkan Nps selalu memberikan kecupan dan pelukan kepada SS, tapi tetap juga orang tua korban tidak merasa curiga karena itu dianggap sebagai kasih sayang seorang pendeta kepada jemaatnya.

Namun seiring berjalannya waktu, ada perubahan drastis dialami bocah yang duduk di bangku kelas 1 SMA itu. Bahkan sejak Juni, SS tidak mau lagi berjumpa dengan Nps. Mirisnya lagi, SS meminta kepada orang tuanya supaya mereka pindah gereja.

“Nah, di sinilah mulai muncul pertanyaan. Tiba-tiba SS memilih pindah gereja,” ujar Marulak J Simanjuntak saat berada di Mapolsek Batuaji, Senin (9/11).

Setelah dilakukan pendekatan, akhirnya SS mengakui kalau Nps sudah mencabulinya. Mendengar penuturan putrinya, orang tua korban syok dan sempat mengkonfirmasi kebenaran kejadian tersebut kepada Nps dan dilakukan penyelesaian secara kekeluargaan.

“Awalnya kejadian ini sudah diselesaikan secara kekeluargaan. Lalu SS dan orang tuanya memilih pindah gereja,” beber Marulak J Simanjuntak.

Tapi niat baik tersebut tidak dihargai keluarga pelaku. Hingga akhirnya, keluarga korban memilih melaporkan kasus tersebut ke Polsek Batuaji.

Menurut keterangan korban, tambah Marulak J Simanjuntak, peristiwa tak senonoh itu awal mulanya terjadi pada Juni lalu di rumah pelaku.

“Keterangan korban, kejadian pertama pada bulan Juni di rumah Nps. Entah seperti apa dibuatnya, yang pasti hasil visum menunjukkan ada bukti terjadi pencabulan dengan SS,” tutup Marulak J Simanjuntak.

Namun laporan yang sudah dilayangkan pada bulan Oktober itu membuat keluarga korban kecewa. Pasalnya, penanganan kasus ini dinilai lambat, sehingga Nps keburu kabur. Keluarga korban akhirnya menggeruduk Mapolsek Batuaji Senin (9/11) pagi, untuk menanyakan seperti apa penanganan kasus tersebut.

“Kita sudah pernah kasih kabar ke penyidik bahwa pelaku ada di rumahnya, tapi tak juga ditangkap. Sekarang sudah kabur pelakunya, baru mau cari. Tolonglah pak, ini pencabulan anak dibawa umur dan harus segera ditindak tegas,” ujar ibu korban.

Saat di Mapolsek Batuaji, keluarga korban sempat bersitegang dengan penyidik Polsek. Mereka saling adu argumen terkait lambatnya penangkapan terhadap pelaku.

“Intinya kedatangan kita ke sini meminta agar pelaku segera ditangkap dan diproses. Laporan masuk tanggal 26 Oktober lalu, tapi pelaku belum juga ditangkap, dan sekarang sudah kabur,” kata keluarga korban.

Menanggapi tuduhan tersebut, pihak kepolisian Batuaji mengaku sudah maksimal menangani kasus tersebut. Alasan kenapa pelaku belum ditangkap karena, pelaku sudah tak berada lagi di rumahnya.

“Makanya masih terus kita cari ini bapak/ibu. Kita tetap bekerja kok, berilah kami waktu. Kemanapun pelaku pergi kita akan kejar,” ujar seorang penyidik yang menangani kasus pencabulan ini. []