Ada Motif Tersembunyi, Deklarator KAMI Minta Gatot Tolak Bintang Mahaputera Jokowi
logo

6 November 2020

Ada Motif Tersembunyi, Deklarator KAMI Minta Gatot Tolak Bintang Mahaputera Jokowi

Ada Motif Tersembunyi, Deklarator KAMI Minta Gatot Tolak Bintang Mahaputera Jokowi


GELORA.CO - Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) meminta mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo menolak gelar kehormatan Bintang Mahaputera dari Presiden Joko Widodo.

Salah satu deklarator KAMI, Marwan Batubara menilai, pemberian penghargaan itu merupakan salah satu upaya pemerintah melemahkan semangat oposisi.

"Pemberian penghargaan secara tiba-tiba dan timing tidak jelas, artinya memang ada motif tersembunyi atau cara untuk menaklukkan musuh," kata Marwan saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat (6/11).

Dalam hal ini, Marwan mengaku belum memberikan permintaan secara khusus itu kepada Gatot yang juga deklarator KAMI secara langsung. Ia pun mengklaim sebagian besar anggota KAMI sepakat agar Gatot menolak gelar pemberian itu.

Mantan Anggota DPD RI ini sangat berharap Gatot dapat mengabulkan permintaan sebagian besar anggota KAMI.

Marwan bilang, hal ini untuk menjaga citra Gatot sebagai salah satu tokoh oposisi kuat dengan label pembela kebenaran agar masih memiliki kepercayaan dan peran khusus di tengah masyarakat.

"Harapan KAMI sebetulnya, dan secara gamblang saya ingin mengatakan jangan pernah mau menerima tawaran itu, agar rakyat secara objektif masih punya harapan untuk kebaikan penyelenggaraan negara ini," jelasnya.

Marwan juga tak yakin rencana penghargaan yang diberikan Jokowi kepada Gatot hanya kontekstual di atas kertas saja. Ia khawatir ada upaya lain seperti pemberian gratifikasi yang tidak diharapkan terjadi.

"Saya yakin yang namanya penghargaan kan bukan sekadar lembar kertas, saya khawatir di balik itu juga ada uang. Terus terang saja, dikhawatirkan seperti itu," ungkapnya.

Lihat juga: Gatot Nurmantyo Belum Tahu Info soal Bintang Mahaputra
Terakhir, menurutnya selama ini pemerintah belum memahami secara menyeluruh perihal pihak-pihak yang berada di seberang pemerintah. Ia menegaskan hal itu bukan berarti oposisi sengaja merong-rong pemerintah dan membuat gaduh negara.

Marwan mengaku dalam prinsipnya selama ini berusaha menyamakan dengan kepentingan rakyat dan berperan sebagai kontrol pemerintah.

"Kami ingin pemerintah berjalan dengan benar dan memihak kepentingan orang banyak," pungkasnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD melalui cuitan di akun twitternya @mohmahfudmd Selasa (3/11) lalu menyebut Gatot akan dianugerahi Bintang Mahaputera oleh Jokowi.

Dalam cuitan itu, Mahfud juga menjelaskan perihal gelar yang diberikan kepada Gatot ini. Kata dia, gelar diberikan kepada siapa saja yang pernah menjadi Panglima TNI serta pimpinan dari lembaga negara.

Saat ditanya terkait cuitan Mahfud tersebut, Gatot mengaku tengah berada di luar kota sehingga dia belum menerima informasi tersebut.

Namun saat ditanya kemungkinan dirinya akan menerima undangan dan gelar tersebut, Gatot tak membalas pesan singkat yang ditanyakan padanya.

Selain Gatot, Mahfud juga menyebut deretan menteri Jokowi yang bakal menyabet gelar itu yakni eks Menteri kelautan dan Perikanan RI Susi Pudjiastuti, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. []