Update Corona di Jateng 10 Oktober: 25.821 Positif, 2.132 Meninggal -->
logo

10 Oktober 2020

Update Corona di Jateng 10 Oktober: 25.821 Positif, 2.132 Meninggal

Update Corona di Jateng 10 Oktober: 25.821 Positif, 2.132 Meninggal


GELORA.CO - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memperbarui data kasus virus Corona atau COVID-19 di wilayahnya siang ini. Tercatat hingga pukul 12.00 WIB hari ini, terdapat total 25.821 kasus terkonfirmasi positif virus Corona di Jateng.
Dari data yang diunggah Pemprov Jateng di website corona.jatengprov.go.id, Sabtu (10/10/2020) pukul 12.00 WIB, dari angka di atas, 4.583 di antaranya masih dirawat, 19.106 sembuh, dan 2.132 meninggal dunia.

Bila dibandingkan dengan data kemarin, maka ada penambahan kasus terkonfirmasi positif virus Corona di Jateng sebanyak 344. Sedangkan jumlah pasien Corona yang masih dirawat bertambah 76, jumlah pasien Corona yang sembuh bertambah 248 dan jumlah pasien yang meninggal bertambah 10 orang.


Selain itu, Pemprov Jateng juga menyampaikan terdapat 3.404 suspek Corona di wilayahnya. Bila dibandingkan dengan data kemarin maka ada penurunan jumlah kasus suspek Corona di Jateng sebanyak 22 kasus.


Di situs tersebut Pemprov Jateng kini tak lagi mencantumkan data kasus probabel COVID-19.

Update Corona di Jateng, Sabtu (10/10/2020) pukul 12.00 WIB.
Update Corona di Jateng, Sabtu (10/10/2020) pukul 12.00 WIB. Foto: (Tangkapan layar web corona.jatengprov.go.id)
Istilah 'suspek dan probable' tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/Menkes/413/2020 tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease 2019 (COVID-19). Tidak ada lagi istilah pasien dalam pengawasan (PDP), orang dalam pemantauan (ODP), ataupun orang tanpa gejala (OTG).


Berdasarkan Kepmenkes tersebut, berikut ini definisi kasus suspek:
a. Orang dengan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di negara/wilayah Indonesia yang melaporkan transmisi lokal.

b. Orang dengan salah satu gejala/tanda ISPA dan pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat kontak dengan kasus konfirmasi/probable COVID-19.

c. Orang dengan ISPA berat/pneumonia berat yang membutuhkan perawatan di rumah sakit dan tidak ada penyebab lain berdasarkan gambaran klinis yang meyakinkan.

Selanjutnya, kasus Probable yakni kasus suspek dengan ISPA Berat/ARDS***/meninggal dengan gambaran klinis yang meyakinkan COVID-19 dan belum ada hasil pemeriksaan laboratorium RT-PCR(dtk)