Presiden Armenia: Nagorno-Karabakh Akan Capai Gencatan Senjata Jika Tidak Ada Turki

Presiden Armenia: Nagorno-Karabakh Akan Capai Gencatan Senjata Jika Tidak Ada Turki

Gelora News
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO - Presiden Armenia, Armen Sarkissian mengatakan, gencatan senjata dan negosiasi damai antara Yerevan dan Baku di Nagorno-Karabakh dapat tercapai jika Turki keluar dari campur tangannya.

Pernyataan Sarkissian itu muncul ketika ia melakukan konferensi pers bersama Sekretaris Jenderal Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), Jens Stoltenberg, seperti dimuat Armen Press, Rabu (21/10).

"Ini adalah konflik tidak hanya antara pihak Armenia dan Azerbaijan, tetapi ada juga negara ketiga yang mendukung Azerbaijan di arena militer dan diplomatik," kata Sarkissian.

"Negara itu adalah Turki, yang juga membawa teroris ke wilayah tersebut. Sayangnya, negara itu juga merupakan anggota NATO," ungkapnya.

"Jika anggota NATO Turki berhenti menjadi pihak dalam konflik, saya pikir kami akan dapat mencapai gencatan senjata dan akan dapat memulai negosiasi untuk menemukan solusi damai untuk konflik ini," lanjutnya.

Sementara itu, Stoltenberg menegaskan, NATO sendiri tidak terlibat apapun dalam konflik Nagorno-Karabakh.

"NATO bukanlah pihak dari konflik ini. Kami sangat prihatin dengan pelanggaran perjanjian gencatan senjata yang menimbulkan korban baru," kata Stoltenberg.

Pertempuran sengit antara Azerbaijan dan Armenia di Nagorno-Karabakh kembali meletus pada 27 September. Azerbaijan sendiri dilaporkan mendapatkan dukungan Turki secara fisik, di antaranya mengerahkan pasukan pejuang Suriah dalam konflik.[rmol]
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita