Panas, Erwin Aksa Serang Danny Pomanto di Pilwakot Makassar -->
logo

11 Oktober 2020

Panas, Erwin Aksa Serang Danny Pomanto di Pilwakot Makassar

Panas, Erwin Aksa Serang Danny Pomanto di Pilwakot Makassar


GELORA.CO - Tensi Pilwakot Makassar mulai memanas di pekan kedua masa kampanye Pilkada 2020. Erwin Aksa 'menyerang ' calon Wali Kota Danny Pomanto lantaran dinilainya minim perencanaan dan eksekusi kala memimpin Kota Makassar.
"Danny gagal memimpin Makassar. Banyak mimpi dia tidak terlaksana karena dia tidak mengerti dan tahu perencanaan bahkan eksekusi," tegas Erwin Aksa di Makassar, Minggu (11/10/2020).


Sebagai putra daerah, Erwin mengaku prihatin dengan tata ruang dan letak Kota Makassar yang amburadul dan dirusak. Menurutnya, di era Danny, tidak ada sesuatu monumental yang berhasil dikerjakan alias gagal total.

Termasuk proyek reklamasi di Teluk Makassar. Ketua Tim Pemenangan Calon Walikota dan Wakil Walikota, Munafri Arifuddin-Rahman Bando (Appi-Rahman) itu mengatakan menurut pemerhati lingkungan proyek tersebut merusak sistem biota laut hingga merugikan nelayan.

"Persoalan reklamasi di kota Makassar tidak terlepas dari perencanaan Danny waktu dia menjadi urban planner sebelum jadi walikota, tapi banyak yang tidak dipelajari aspek lingkungan dan juga perizinan yang baik," katanya.

Erwin mengungkapkan, kala menjabat sebagai wali kota, Danny juga rajin berkunjung ke luar negeri dengan dalih studi banding. Namun, menurutnya, tidak ada kemajuan berarti dalam pembangunan dan kemajuan ekonomi Makassar. Yang ada hanya pemborosan anggaran belaka.

Erwin memandang, kemajuan ekonomi dan peradaban Makassar dari sisi historis tak terlepas dari peran para saudagar dan masyarakatnya yang berjiwa pedagang. Hal itu, kata dia, bertolak belakang dengan klaim Danny selama ini.


Perlu diketahui, Pilwalkot Makassar tahun ini menghadirkan empat pasangan kandidat yang bertarung pada 9 Desember mendatang. 4 kandidat tersebut yakni, Ramdhan 'Danny' Pomanto-Fatmawati Rusdi Masse, Syamsu Rizal-Fadli Ananda, Munafri Arifuddin-Rahman Bando, dan Irman Yasin Limpo-A Zunnun Nurdin Halid (None-Zunnun)."Hal tersebut bertolak belakang dengan klaim yang selama ini digaungkan bahwa Makassar berubah wujud menjadi kota dunia dan disegani di kancah nasional khususnya Indonesia timur karena pengaruh keberhasilan wali kotanya," tegasnya(dtk).