Markas Dirusak Aktivis Diciduk, Fadli Zon: PII Paling Dibenci PKI -->
logo

14 Oktober 2020

Markas Dirusak Aktivis Diciduk, Fadli Zon: PII Paling Dibenci PKI

Markas Dirusak Aktivis Diciduk, Fadli Zon: PII Paling Dibenci PKI


GELORA.CO - Anggota Komisi I DPR Fadli Zon angkat bicara terkait penyerangan dan penangkapan aktivis Pelajar Islam Indonesia (PII) dan Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) di sekretariat oleh aparat kepolisian. Fadli mengatakan jika kedua organisasi tersebut dulu sangat dibenci oleh Partai Komunis Indonesia (PKI).

Fadli teringat peristiwa penyerbuan PKI terhadap kegiatan PII di Kanigoro pada Januari 1966 lalu. 

"Organisasi PII dann GPII ini organisasi paling dibenci PKI. Bahkan Januari 1965 kegiatan training PII di Kanigoro diserbu simpatisan PKI berbaju hitam-hitam, Al Quran diinjak-injak dan disobek," kata Fadli lewat akun Twitternya @fadlizon seperti dikutip pada Rabu, 14 Oktober 2020.

Bahkan Januari 1965 kegiatan training PII di Kanigoro diserbu simpatisan PKI berbaju hitam-hitam, Al Quran diinjak-injak dan disobek.

Aksi represif itu dilakukan pasca unjuk rasa massa gabungan Ormas Islam yang menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja yang sempat ricuh, pada Selasa, 13 Oktober 2020.

Fadli juga menceritakan pasca tragedi pemberontakan PKI pada 1965 atau G30S/PKI, kedua organisasi ini yang paling getol ikut menghancurkan partai palu arit itu. 

"PII ann GPII melawan balik pada 1966 bersama mahasiswa, pemuda, TNI dan rakyat merobohkan PKI," tutur polisi Partai Gerindra itu.

Sebelumnya, kemarin Selasa, 13 Oktober 2020 petang, beredar video dari salah satu pengurus PII Jakarta yang menjelaskan dampak kerusakan akibat penyerangan oleh oknum aparat yang diduga berasal dari kepolisian itu.

Dari video yang beredar, markas aktivis Islam PII dan GPII di Kawasan Menteng Raya Jakarta itu nampak acak-acakan dan mengalami kerusakan di sejumlah bagiannya.

Kaca-kaca pecah, pintu rusak, dan ruangan kantor berantakan, bahkan ada juga bercak-bercak darah di sejumlah ruangan. Sejumlah pengurus yang merekam video tersebut juga menjelaskan, bahwa ruangan Sekretariat PII dan GPII saat itu terasa sesak karena masih adanya sisa gas air mata pasca penggerebekan.

Selain perusakan sekretariat, aparat yang melakukan penggerebekan saat itu juga menangkap 10 aktivis PII yang tengah berada di tempat tersebut. []